Oleh: Asy Syaikh Dr Ali Bin Yahya Al Haddaadiy
Segala puji hanya bagi Allah. Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada hamba dan utusan-Nya Muhammad, juga kepada keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du:
Para pembaca sekalian, tidak ada seorang pun dari kalian kecuali dia akan dibangkitkan oleh Tuhannya setelah mati. Dan ia akan ditanya serta dihisab tentang segala apa yang telah ia kerjakan di dunia ini. Dan salah satu hal yang akan ditanyakan kepada seorang hamba adalah bagaimana ia memelihara dan mendidik istri dan anaknya.
Berkenaan dengan ini, Rasulullah shollallaahu’alayhiwasallam bersabda: “Seorang laki-laki itu adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang orang-orang yang dipimpinnya. Dan seorang perempuan itu adalah pemimpin di dalam rumah suaminya dan akan ditanya tentang orang-orang yang dipimpinnya” (al hadits).
Pembicaraan tentang pendidikan itu akan memiliki sedemikian banyak cabang. Namun di sini saya hanya akan membatasi diri pada hal yang berkaitan dengan pendidikan anak-anak putri secara khusus. Karena pentingnya kedudukan mereka, dan besarnya pengaruh mereka dalam moral dan perilaku masyarakat. Sesungguhnya kalau seorang putri itu tumbuh besar, ia akan menjadi seorang istri, atau ibu atau guru atau peran-peran kehidupan lainnya yang akan ia nanti. Maka apabila ia baik, baik pula sedemikian banyak hal. Namun kalau ia rusak, rusak pula sedemikian banyak hal. Poin inti pembahasan singkat ini adalah sebagai berikut:
Keutamaan anak-anak perempuan dan penghapusan sikap penghinaan yang jahiliy
Kalau kita amati kitab Allah, kita dapati bahwa Allah mencela sedemikian keras orang-orang jahiliyah terdahulu. Yaitu ketika salah seorang dari mereka diberikan kabar gembira bahwa telah lahir untuknya seorang anak perempuan, ia menjadi merasa sedemikian tidak suka. Wajahnya menghitam dan hatinya begitu memendam amarah. Lalu ia menjadi malu terhadap kaumnya sehingga ia menutup diri dari mereka. Kemudian ia mulai membisiki dirinya sendiri, apakah akan ia kubur putrinya itu hidup-hidup ataukah ia biarkan saja dengan keadaan hina. Allah mencela mereka sedemikian keras atas perbuatan tersebut. Dan perasaan-perasaan jahiliyyah seperti ini masih saja ada pada hati sebagian laki-laki apalagi kalau istrinya telah banyak melahirkan anak perempuan, sedangkan seorang istri itu hanyalah seperti hamparan tanah yang menumbuhkan benih yang disebarkan oleh penanam. Bahkan kadangkala ada yang sampai menceraikan istrinya setelah persalinan, kita berlindung kepada Allah dari kebodohan dan kepandiran.
Pada masa jahiliyah dulu, perempuan tidak dianggap apa-apa. Sampai-sampai seorang ayah bisa mengubur putrinya hidup-hidup sedang ia sendiri memelihara anjingnya dan memberi makan ternaknya. Maka Allah menghapuskan cara pandang yang merendahkan ini dan meninggikan kedudukan perempuan serta menempatkannya pada posisinya yang alami dan sesuai dengan mewajibkan laki-laki untuk memenuhi hak-hak perempuan dan mewajibkan perempuan untuk menunaikan kewajiban-kewajiban mereka. Oleh karenanya Allah mengarahkan perkataan-Nya kepada perempuan sebagaimana Ia mengarahkan perkataan-Nya kepada laki-laki, baik untuk memberikan perintah atau larangan. Dan Allah mengkhususkan perempuan dengan hukum-hukum yang sesuai dengan mereka dan cocok dengan fitrah mereka.
Sesungguhnya melahirkan itu adalah perkara yang telah Allah takdirkan. Yaitu perkara yang hanya ada di tangan Allah. Ia memberi anak perempuan kepada siapa saja yang Ia kehendaki dan memberi anak laki-laki kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Atau Ia memberi anak laki-laki dan perempuan sekaligus untuk sebagian orang yang lain. Dan Ia menguji sebagian yang lain dengan kemandulan. Allah berfirman:
يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَن يَشَاءُ الذُّكُورَ . أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَن يَشَاءُ عَقِيمًا
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (Q.S.42:49-50)
Perhatikanlah bagaimana Allah mendahulukan penyebutan anak-anak perempuan dan mengakhirkan penyebutan anak-anak lelaki, sebagai sanggahan atas mereka yang menghinakan kedudukan anak-anak perempuan dan memandang rendah derajat mereka serta tidak menganggap mereka apa-apa.
Oleh karena itu bersikap ridholah dengan apa yang telah Allah bagikan untukmu. Karena sesungguhnya engkau tidak tahu di mana kebaikan itu?! Berapa banyak para ayah yang sedemikian senang saat diberikan kabar gembira dengan datangnya seorang anak laki-laki, tapi kemudian anaknya itu menjadi musibah besar baginya dan menjadi sebab kesulitan hidup dan panjangnya rasa duka dan sedihnya. Dan berapa banyak para ayah yang kecewa saat diberikan kabar gembira tentang kedatangan seorang anak perempuan, sedang ia menanti-nanti anak laki-laki, namun kemudian anak perempuannya itu menjadi anak yang mengurusnya dengan tangan yang penuh kelembutan dan hati yang penuh kasih sayang serta menjadi orang yang menolongnya di masa-masa sulit.
Dari sini kita bisa mengetahui bahwa hakikat penyejuk mata bukanlah pada keadaan anak yang dilahirkan itu adalah laki-lakia atau perempuan. Akan tetapi penyejuk mata sesungguhnya adalah apabila anak tersebut menjadi keturunan yang sholih dan baik, baik itu laki-laki ataupun perempuan.
Allah berfirman ketika menyifati para ‘Ibaadurrohman (hamba-hamba Allah Yang Maha Rahman):
هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“..anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Q.S.25:74)
# Berbuat baik kepada anak-anak perempuan, bentuk dan caranya #
Saudaraku sesama muslim,
Kalau Allah mengaruniakanmu seorang anak perempuan, maka baik-baiklah dalam mendidiknya, menafkahinya dan memperlakukannya dengan mengharap balasan dari Allah untuk itu semua. Tidakkah engkau tahu ganjaran apa yang akan engkau dapatkan dari Allah kalau engkau melakukan semua itu? Kalau engkau lakukan semua itu, maka engkau akan bersama Rasulullah shollallahu’alayhiwasallam di akhirat.
Di dalam hadis, Rasulullah shollallahu’alayhiwasallam bersabda: “Barangsiapa yang menafkahi dua orang anak perempuan sampai keduanya baligh, ia akan datang pada hari kiamat, dengan keadaan aku dan dia (lalu beliau menghimpun jari jemari beliau). Diriwayatkan oleh Muslim.
Dan Rasulullah shollallahu’alayhiwasallam bersabda: “Barangsiapa yang diberikan ujian dengan sesuatu melalui anak-anak perempuan ini, lalu ia memperlakukan mereka dengan baik, maka mereka akan menjadi penghalang untuknya dari api neraka”. Muttafaqun ‘alayhi.
Dan perlakuan baik kepada mereka itu dengan banyak hal. Di antaranya:
* Baik dalam memilih ibu untuk mereka. Ini adalah bentuk pertama perlakuan baik terhadap anak-anak. Karena baiknya itu merupakan salah satu sebab baiknya anak-anak -insya Allah. Berapa banyak anak-anak yang Allah jaga dengan kebaikan orangtua mereka.
* Baik dalam memilihkan nama untuk mereka. Karena nama itu mempunyai pengaruh terhadap penyandangnya. Dan nama itu bermacam-macam. Ada yang mustahab, ada yang boleh, ada yang makruh dan ada yang diharamkan. Kebanyakan orang sekarang, hanya mau mencari nama yang baru (tidak umum -pent) tanpa melihat kandungan makna dan hukumnya.
Berapa banyak anak perempuan yang menyandang nama yang bermakna buruk?! Berapa banyak anak perempuan yang menyandang nama ‘ajam (non-arab) padahal dia keturunan orang arab dan hidup di lingkungan arab!?
* Mencukupi kebutuhan tubuhnya: makanan, pakaian dan obat. Mencari usaha untuk tujuan ini adalah salah satu sebab masuk surga. Pernah ada seorang perempuan yang masuk menemui Aisyah rodhiyallaahu’anhaa bersama dua putrinya. Perempuan itu fakir dan sudah tak bersuami. Aisyah berkata: “Ia meminta makanan kepadaku. Maka yang ada padaku hanyalah sebutir kurma. Ia pun mengambilnya dan membaginya untuk dua putrinya sedang ia tidak makan apa-apa. Kemudian ia berdiri dan keluar bersama dua putrinya. Datanglah Rasulullah shollallaahu’alayhiwasallam dan aku ceritakan kepada beliau kejadian tersebut. Beliau berkata: “Sesungguhnya Allah telah memastikan untuknya surga dengan perbuatannya itu, dan membebaskannya dari api neraka”. Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim.
* Memuliakan mereka, bersikap lembut dan sayang kepada mereka.
Rasulullah shollallaahu’alayhiwasallam itu, kalau Fatimah masuk menemui beliau, beliau berkata: “Selamat datang putriku”. Suatu hari beliau sholat bersama orang banyak sambil menggendong Umamah cucu beliau dari Zainab. Maka kalau beliau ruku’, Umamah diletakkan. Dan kalau beliau bangun, Umamah digendong. Seolah-olah tidak ada satupun orang yang akan mengurus Zainab, sehingga beliau khawatir terhadapnya. Atau hal itu beliau lakukan untuk mengajarkan orang banyak agar mereka mengikut petunjuk beliau shollallaahu’alayhiwasallam.
Rasulullah shollallaahu’alayhiwasallam termasuk orang yang paling sayang dengan anak-anak secara umum, baik mereka itu laki-laki ataupun perempuan. Beliau mencium mereka, mengusap kepala mereka, mendoakan mereka dan bermain-main dengan mereka. Hal-hal seperti ini sangat baik sekali.
Ketika seorang anak perempuan semakin besar, ia semakin membutuhkan perasaan dihargai dan dihormati. Kalau kebutuhan ini tercukupi dan di rumah orang tuanya ia merasa mempunyai nilai dan kedudukan, maka itu adalah sebab utama kestabilan dan ketenangan jiwanya dan kebaikan keadaannya.
Akan tetapi kalau ia mendapatkan hinaan dan ketidakpedulian, dan ia hanya diperlakukan dengan bahasa perintah dan larangan serta suruhan melayani, itu akan membuatnya menaruh kebencian terhadap rumah dan keluarganya. Bisa saja kemudian syetan membisikinya sehingga kemudian ia mencari kelembutan dan kasih sayang yang tidak ia dapatkan dengan menempuh cara-cara haram. Dan itu menyebabkannya jatuh ke jurang yang dalam dan hanya Allah yang Maha Tahu di mana dasarnya.
* Bersikap adil terhadapnya dan saudara-saudaranya yang laki-laki ataupun yang perempuan. Karena perasaan dizolimi yang ia alami dan sikap lebih banyak berpihak kepada selain dirinya daripada kepada dirinya, menanamkan rasa benci di dalam dirinya terhadap orangtua, dan rasa dengki kepada saudara atau saudari yang dilebihkan. Maka bertakwalah kepada Allah dan bersikap adillah kepada anak-anak kalian. Baik dalam nafkah, yaitu dengan memberi masing-masing sesuai kebutuhannya. Atau dalam hibah, yaitu dengan memberi anak laki-laki sebesar dua jatah anak perempuan. Dan kalau dipukul rata di antara mereka dalam jatah hibah tersebut, maka itu juga baik.
* Mendidiknya dengan pendidikan islami dan mengawasinya sejak usia awal. Mendidiknya dengan adab-adab memohon izin, adab-adab makan dan minum, adab-adab berpakaian, menuntunnya mengucapkan beberapa ayat Al Quran yang mudah dan beberapa dzikir yang masyru’, mengajarinya berwudhu dan sholat serta memerintahkannya untuk melaksanakan sholat pada usia tujuh tahun dan mengharuskannya kalau sudah berusia sepuluh tahun. Kalau ia tumbuh di atas kebaikan, maka ia akan terbiasa dengan kebaikan itu dan mencintainya. Ia pun akan mudah beriltizam dan teguh dengan kebaikan tersebut.
* Mengajari dan melatihnya dengan hal-hal yang akan ia butuhkan setelah berumah tangga. Seperti adab-adab memperlakukan suami, mengurusi rumah mulai dari memasak, bersih-bersih dan sebagainya. Ada beberapa kekeluarga yang menyepelekan hal ini. Sehingga ketika gadis itu pindah ke rumah suaminya, ternyata ia tidak bisa memasak, tidak bisa mengurus suami dan sebagainya. Dan bisa jadi suaminya itu bukan orang yang penyabar dan cepat marah, maka muncullah problem-problem dalam waktu yang masih sangat dini. Dan bisa juga itu berakhir dengan perceraian.
* Segera menikahkannya kalau dia telah sudah cukup dewasa dan ada seorang laki-laki yang baik agamanya, amanahnya dan akhlaknya, yang datang untuk melamar sedang gadis itu juga menyukainya. Sesungguhnya ini adalah perlakuan baik yang paling besar. Karena terlambatmenikahnya seorang gadis adalah salah satu sebab utama penyimpangan dari jalan yang lurus. Lebih-lebih di zaman sekarang ini.
Dan urusan pernikahan gadis tersebut hendaknya dipermudah oleh walinya, seperti maskawin dan keperluan-keperluan lain. Semua itu termasuk hal-hal yang memotivasi para lelaki yang akan datang melamarnya dan melamar saudari-saudarinya setelahnya. Dan hendaknya setiap keluarga berhati-hati dalam mengakhirkan pernikahan putri mereka dengan alasan menyelesaikan studi atau dengan alasan bahwa putri mereka masih kecil dan alasan-alasan lain yang lemah karena itu adalah perkara yang hanya akan memberi akibat buruk dalam masyarakat.
* Secara rutin mengunjunginya setelah menikah, menengok kebutuhan-kebutuhannya dan mengatasi kesulitan-kesulitan yang ia hadapi serta menyertainya dalam suka dan duka. Dan setiap keluarga, terutama ibu, hendaknya berjaga-jaga untuk tidak langsung mencampuri kehidupan putrinya. Karena kalau ia sering mencampuri urusannya, hal itu bisa menghancurkan kehidupan rumah tangga putrinya sendiri.
Cara-cara pencegahan hal-hal berbahaya di zaman ini:
Bukanlah suatu hal yang samar untukmu, wahai saudaraku sesama muslim, bahwa kita hidup di zaman yang begitu banyak fitnahnya. Dan di dalamnya tersedia berbagai macam jalan kerusakan dan kesesatan yang belum pernah ada di masa-masa yang lalu. Hal ini semakin mempertegas betapa besarnya tanggung jawabmu, dan mengharuskan peningkatan upaya dalam mendidik, membimbing dan mengarahkan serta menempuh sebab-sebab keselamatan. Di antara cara pencegahannya secara ringkas adalah:
* Keistiqomahan dan kesalehan ayah dan ibu. Karena kesalehan orangtua termasuk salah satu sebab agar Allah menjaga keturunan mereka. Sebagaimana yang Ia firmankan dalam surat Al Kahfi dalam kisah Musa dan Khidir:
حَتَّى إِذَا أَتَيَا أَهْلَ قَرْيَةٍ اسْتَطْعَمَا أَهْلَهَا فَأَبَوْا أَن يُضَيِّفُوهُمَا فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارًا يُرِيدُ أَنْ يَنقَضَّ فَأَقَامَهُ قَالَ لَوْ شِئْتَ لاتَّخَذْتَ عَلَيْهِ أَجْرًا
“..hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: “Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu”. (Q.S.18:77)
Setelah itu Khidir berkata menjelaskan sebab mengapa ia memperbaiki dinding itu tanpa mengambil upah:
وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ
“Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu;..” (Q.S.18:82)
Maka Allah menjaga dua anak itu dengan kesalehan orangtua mereka.
* Memperhatikan perkara do’a. Karena do’a itu mempunyai pengaruh yang besar. Rintihan dan permohonan kedua orangtua kepada Allah agar Ia memperbaiki keadaan anak-anak mereka termasuk salah sebab dan merupakan pintu kebaikan. Dan sebuah khobar yang cukup baik berkaitan dengan hal ini adalah riwayat bahwa Fudhoil Bin ‘Iyadh -imam masjidil harom di zamannya- berkata: “Ya Allah sesungguhnya aku telah bersungguh-sungguh untuk mendidik putraku Ali, namun aku tak dapat mendidiknya, maka didiklah ia oleh-Mu untukku”. Maka berubahlah keadaan putranya sehingga menjadi salah satu orang saleh terbesar di zamannya dan ia mati pada waktu sholat fajr ketika imam membaca firman Allah:
وَلَوْ تَرَىَ إِذْ وُقِفُواْ عَلَى النَّارِ فَقَالُواْ يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ
“Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia)..” (Q.S.6:27)
[Lihat: Siyaru a'laamin nubalaa` (8/390)]
Rasulullah shollallahu’alayhiwasallam telah mengajari kita untuk berlindung kepada Allah dari segala fitnah. Dan demikian juga hendaknya anak-anak itu diajari do’a-do’a dan mereka dituntun untuk mengucapkan do’a yang semoga Allah memberikan manfaat untuk mereka dengan do’a tersebut. Dan ketika Yusuf ‘alayhissalam diuji dengan fitnah wanita, ia berkata:
قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ وَإِلاَّ تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ الْجَاهِلِينَ . فَاسْتَجَابَ لَهُ رَبُّهُ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” Maka Tuhannya memperkenankan do’a Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S.12:33-34)
Dan Allah menjelaskan bahwa sebab diperkenankan-Nya do’a Yusuf adalah karena Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sehingga orang yang beriman mengetahui bahwa kalau ia berdo’a kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka sesungguhnya Allah itu Maha Dekat dan Maha mengabulkan.
* Terus menerus memberikan anak putri tersebut arahan dan peringatan dengan cara yang sesuai, secara langsung atau dengan sindiran sesuai yang dibutuhkan oleh keadaan. Karena hati itu seringkali lalai dan sadarnya adalah dengan nasehat dan peringatan, dan peringatan itu akan bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.
* Mengarahkannya untuk baik-baik memilih sahabat. Karena persahabatan itu memiliki pengaruh yang besar dalam perilaku, pemikiran dan sebagainya. Dan dalam hadis: “Seseorang itu sesuai dengan akhlak kholil-nya (sahabat karib yang dicintainya -pent). Maka hendaknya masing-masing kalian memperhatikan siapa orang yang ia jadikan sebagai kholil-nya”.
* Menjauhkan rumah dari sarana-sarana yang merusak dan menghancurkan. Sesungguhnya sekian banyak saluran-saluran televisi dan sekian banyak situs-situs internet itu lebih banyak menghancurkan daripada membangun, dan lebih banyak membahayakan daripada memberi manfaat serta lebih banyak merusak daripada memperbaiki. Berapa banyak sudah kehormatan yang terenggut karenanya, dan berapa banyak sudah kemuliaan yang ternodai karenanya, maka keselamatan itu akan diperoleh dengan menjauhkan diri dari sarana-sarana kerusakan itu. Dan keselamatan itu tidak dapat dihargai seberapapun. Kalau sarana-sarana ini ada di dalam rumah, maka hendaknya kepala keluarga tersebut memperhatikan jangan sampai sarana-sarana tersebut sedemikian terbuka lebar untuk keluarganya, sehingga mereka bisa mengikuti acara apapun saja yang mereka mau, dan berhubungan dengan suatu jaringan kapanpun mereka mau. Karena dengan begitu mereka akan membahayakan diri mereka sendiri dengan suatu bahaya besar. Demikian juga dengan alat-alat komunikasi, handphone, yang kini tidak sekedar sarana komunikasi semata akan tetapi sudah jauh lebih dari itu. Karena satu perangkat saja sudah memiliki perekam suara, alat foto, penayang film. Dan betapa sering ia digunakan untuk menyebarkan kekejian.
* Menunaikan kewajiban memberi perhatian. Kesungguh-sungguhan orang tua dalam memperhatikan putri mereka, dan pengawasan mereka yang terus menerus terhadapnya merupakan salah satu sebab senantiasa baiknya keadaan putri mereka itu. Sebagaimana kelengahan dan kendurnya pengawasan merupakan salah satu sebab ketergelinciran. Maka tunaikanlah kewajibanmu dengan sungguh-sungguh, jangan izinkan keluargamu ber-tabarruj dan ber-sufur serta ber-ikhtilat dengan lelaki yang bukan mahrom, juga bepergian tanpa mahrom. Para wanita itu hanya akan berani melakukan semua itu kalau mereka melihat wali mereka tidak peduli dan menyepelekan.
* Dan berhati-hatilah dari renggangnya tali ikatan kekeluargaan. Sekian banyak keluarga mengeluhkan lemahnya ikatan di antara anggota suatu keluarga. Masing-masing mereka sibuk dengan dirinya sendiri. Sang ayah di sini dan sang ibu di sana dan anak-anak ada di alam khusus mereka sendiri-sendiri. Sudah pasti, kekosongan ini akan melahirkan problem-problem besar akan tetapi ia tumbuh sedikit demi sedikit seiring berjalannya waktu hingga tiba hitungan nol dan terjadilah ledakan dan tersadarlah keluarga itu akan tetapi setelah lewat waktunya.
* Jangan engkau mengira, wahai saudaraku sesama muslim, bahwa bahaya yang mengancam para wanita hanya berupa bahaya penyimpangan moral dengan terjatuh pada kekejian-kekejian atau obat-obatan terlarang dan semisalnya. Akan tetapi ia juga terancam dengan bahaya yang lain, yaitu bahaya pemikiran. Para wanita itu terancam jeratan firqoh-firqoh yang hancur yang dikhabarkan oleh Rasulullah shollallahu’alayhiwasallam dan yang mencapai jumlah 73 firqoh. Berapa banyak wanita sekarang yang menganut paham Khowarij dan berpengaruh pada suami, anak dan murid mereka?! Berapa banyak wanita yang menyandang akidah sufi, mendirikan majelis dan perayaan sufi yang tidak pernah Allah turunkan dalil tentangnya!? Dan berbagai bentuk pelanggaran sunnah lainnya.
Hal ini mengharuskan para kepala keluarga untuk berhati-hati dan mawas diri dengan memperhatikan sumber-sumber makanan pemikiran yang mengisi qalbu dan hati keluarganya.
Demikianlah dan aku memohon hidayah dan kebaikan serta keistiqomahan kepada Allah untuk seluruh kaum muslimin dan muslimat, sebagaimana aku memohon kepada Allah agar Ia memberikan tawfiq kepada para wanita muslimah untuk berkomitmen dengan agama mereka dan berdiri kokoh di atas manhaj yang benar. Dan agar Ia melindunginya dari segala fitnah yang menyesatkan, yang zahir maupun yang batin. Wal hamdu lillaahi robbil ‘aalamiin.
Diterjemahkan oleh tim redaksi akhwat.web.id dari tautan: http://sahab.net/home/index.php?Site=News&Show=844
Sumber: http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/munakahat-keluarga/arahan-seputar-mendidik-anak-perempuan/
Thursday, December 16, 2010
Berkurban Bagi Orang yang Telah Meninggal
Berkurban Bagi Orang yang Telah Meninggal
27 Februari 10 oleh Abu Umar
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Pertanyaan:
Bolehkah berkurban bagi orang yang telah meninggal?
Jawab:
Di sini aku ingin memberi peringatan mengenai sebuah perkara yang dilakukan oleh sebagian orang awam yang meyakini bahwa kurban itu hanya dilakukan bagi orang yang telah meninggal. Sampai dahulu kala, bila salah seorang mereka ditanya “Apakah engkau telah berkurban bagi dirimu?” Dia menjawab, “Aku berkurban sementara aku masih hidup?” Dia mengingkari perkara ini.
Akan tetapi, sepantasnya untuk diketahui bahwa kurban hanya disyariatkan untuk orang yang masih hidup. Amalan ini termasuk sunnah yang khusus bagi orang-orang yang masih hidup. Oleh karena itu, tidak pernah datang dari nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau berkurban bagi seorang dari karib kerabat dan istri-istrinya yang telah meninggal secara tersendiri. Beliau tidak pernah berkurban bagi Khadijah, padahal Khadijah adalah istri beliau yang paling utama radhiyallahu ‘anha.
Demikian pula beliau tidak pernah berkurban bagi istrinya Zainab binti Khuzaimah yang meninggal setelah beliau nikahi dalam jangka waktu yang singkat. Demikian pula, beliau tidak pernah berkurban bagi pamannya Hamzah bin Abdil Muthallib yang mati syahid di perang Uhud. Yang ada beliau berkurban bagi diri dan keluarganya. Hal ini mencakup yang masih hidup maupun yang telah meninggal.
Di sana ada perbedaan antara kurban yang berdiri sendiri dan yang hanya mengikuti, sehingga dia berkurban bagi orang yang telah meninggal, sebagai sesuatu yang diikutkan saja. Di mana seseorang berkurban bagi diri dan keluarganya, namun dia meniatkan dengan itu, bagi yang masih hidup dan yang telah meninggal.
Adapun jika dia berkurban bagi seorang yang telah berkurban secara khusus dengan sendirinya, maka perbuatan ini tidak memiliki dasar dalam as sunnah menurut yang aku tahu. Ya, (perbuatan ini boleh) jika orang yang telah meninggal berwasiat untuk berkurban, maka kurban itu dilakukan karena memenuhi wasiatnya. Aku berharap bahwa perkara ini sekarang bisa dimaklumi, yaitu bahwa kurban pada dasarnya hanya disyariatkan pada orang-orang yang masih hidup, bukan orang-orang yang telah meninggal. Kurban itu bias bagi orang yang telah meninggal bila mengikuti saja dan dengan keberadaan wasiat. Adapun berupa bantuan dari seseorang, walaupun diperbolehkan tapi yang utama adalah yang sebaliknya.
(Diambil dari Fatawa Nur ‘alad Darb oleh Asy Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah dengan nomor kaset 186, diterjemahkan oleh Al Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani, sumber: http://ulamasunnah.wordpress.com)
27 Februari 10 oleh Abu Umar
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Pertanyaan:
Bolehkah berkurban bagi orang yang telah meninggal?
Jawab:
Di sini aku ingin memberi peringatan mengenai sebuah perkara yang dilakukan oleh sebagian orang awam yang meyakini bahwa kurban itu hanya dilakukan bagi orang yang telah meninggal. Sampai dahulu kala, bila salah seorang mereka ditanya “Apakah engkau telah berkurban bagi dirimu?” Dia menjawab, “Aku berkurban sementara aku masih hidup?” Dia mengingkari perkara ini.
Akan tetapi, sepantasnya untuk diketahui bahwa kurban hanya disyariatkan untuk orang yang masih hidup. Amalan ini termasuk sunnah yang khusus bagi orang-orang yang masih hidup. Oleh karena itu, tidak pernah datang dari nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau berkurban bagi seorang dari karib kerabat dan istri-istrinya yang telah meninggal secara tersendiri. Beliau tidak pernah berkurban bagi Khadijah, padahal Khadijah adalah istri beliau yang paling utama radhiyallahu ‘anha.
Demikian pula beliau tidak pernah berkurban bagi istrinya Zainab binti Khuzaimah yang meninggal setelah beliau nikahi dalam jangka waktu yang singkat. Demikian pula, beliau tidak pernah berkurban bagi pamannya Hamzah bin Abdil Muthallib yang mati syahid di perang Uhud. Yang ada beliau berkurban bagi diri dan keluarganya. Hal ini mencakup yang masih hidup maupun yang telah meninggal.
Di sana ada perbedaan antara kurban yang berdiri sendiri dan yang hanya mengikuti, sehingga dia berkurban bagi orang yang telah meninggal, sebagai sesuatu yang diikutkan saja. Di mana seseorang berkurban bagi diri dan keluarganya, namun dia meniatkan dengan itu, bagi yang masih hidup dan yang telah meninggal.
Adapun jika dia berkurban bagi seorang yang telah berkurban secara khusus dengan sendirinya, maka perbuatan ini tidak memiliki dasar dalam as sunnah menurut yang aku tahu. Ya, (perbuatan ini boleh) jika orang yang telah meninggal berwasiat untuk berkurban, maka kurban itu dilakukan karena memenuhi wasiatnya. Aku berharap bahwa perkara ini sekarang bisa dimaklumi, yaitu bahwa kurban pada dasarnya hanya disyariatkan pada orang-orang yang masih hidup, bukan orang-orang yang telah meninggal. Kurban itu bias bagi orang yang telah meninggal bila mengikuti saja dan dengan keberadaan wasiat. Adapun berupa bantuan dari seseorang, walaupun diperbolehkan tapi yang utama adalah yang sebaliknya.
(Diambil dari Fatawa Nur ‘alad Darb oleh Asy Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah dengan nomor kaset 186, diterjemahkan oleh Al Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani, sumber: http://ulamasunnah.wordpress.com)
Tanggung Jawab Penuntut Ilmu (3): Ikhlas dan Niat yang Baik
Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baaz
Orang yang tidak memiliki ilmu tidaklah dianggap sebagai seorang ulama. Orang yang seperti ini tidak akan memberi manfaat kepada manusia, baik dalam permasalahan dakwah atau perkara-perkara dunia. Yang saya maksud di sini adalah manfaat yang konkrit dan hasil yang nyata, walaupun terkadang orang yang tidak berilmu bisa memberi manfaat kepada sebagian manusia dengan nasehat yang dia ketahui, atau dengan suatu permasalahan yang dia hafal, atau dengan bantuan materi yang dia berikan kepada orang lain.
Akan tetapi manfaat yang konkrit akan muncul dari kejujuran, keikhlasan, banyaknya ilmu, kemapanan ilmu serta kesabaran dari seorang penuntut ilmu.
Ada suatu permasalahan yang penting, yaitu tanggung jawab yang ada pada seorang penuntut ilmu dari sisi menyampaikan ilmu dan mengajarkannya kepada manusia. Karena sesungguhnya para ulama adalah pengganti dan pewaris para rasul. Kedudukan para rasul tidaklah tersamar lagi, merekalah pembimbing dan pemberi petunjuk bagi umat. Mereka adalah pengantar umat menuju kepada kebahagiaan dan keselamatan. Sehingga dalam hal ini, para ulama menempati kedudukan para rasul dalam menyampaikan ilmu syar’i.
Kerasulan telah ditutup oleh Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sehingga tugas yang tersisa saat ini adalah menyampaikan syariat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, berdakwah, menjelaskan dan menyebarkannya kepada manusia. Semua itu tidak ada yang lebih pantas untuk melakukannya kecuali para ulama. Karena Allah subhanahu wata’ala telah memberi mereka keahlian untuk berdakwah, membimbing umat dengan perkataan, perbuatan dan perjalanan hidup mereka yang zhahir dan batin.
Oleh karena itu, kewajiban mereka sangatlah besar. Dan mereka harus berhati-hati, karena umat berada dalam tanggungan mereka. Selain itu umat juga sangat membutuhkan penyampaian dan penjelasan ulama dengan berbagai sarananya.
Di zaman ini sarana-sarana untuk melakukan dakwah sangatlah banyak. Di antaranya adalah media massa yang berbentuk bacaan, maupun media audio/visual. Sarana-sarana tersebut mempunyai pengaruh yang besar dalam menyesatkan manusia maupun memberikan petunjuk kepada mereka. Begitu pula khutbah-khutbah di hari Jum’at, hari raya, acara-acara tertentu, seminar, perayaan-perayaan apa saja (yang syar’i), terbitan-terbitan baik berupa buku yang besar ataupun kecil. Sarana-sarana tersebut mempunyai pengaruh yang besar terhadap dakwah. Alhamdullilah, sarana-sarana dakwah yang ada pada zaman ini begitu mudah dan banyak.
Namun, yang menjadi musibah adalah lemahnya semangat seorang penuntut ilmu serta berpaling dan lalainya dia dari menuntut ilmu. Inilah musibah yang sangat besar. Allah subhanahu wata’ala berfirman,
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (Fushshilat: 33)
Di alam semesta ini, tidak ada seorang pun yang lebih baik ucapannya daripada mereka, terutama para rasul dan nabi, kemudian para ulama yang setelah mereka.
Setiap kali ilmu bertambah banyak, dan rasa taqwa, takut serta ikhlas kepada Allah subhanahu wata’ala bertambah sempurna, maka manfaat yang diperoleh akan bertambah banyak. Sehingga dakwahnya kepada ajaran Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam bertambah sempurna. Begitu juga sebaliknya. Setiap kali rasa taqwa, ilmu dan takut kepada Allah subhanahu wata’ala melemah atau sedikit, di sisi lain dia diuji dengan kesibukan-kesibukan dan syahwat dunia maka akan sedikit pula ilmu dan kebaikannya.
Allah subhanahu wata’ala berfirman,
“Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata.” (Yusuf: 108)
Allah subhanahu wata’ala menjelaskan bahwa misi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah berdakwah kepada Allah subhanahu wata’ala dengan dilandasi ilmu. Dan Allah subhanahu wata’ala memerintahkan beliau untuk menyampaikan hal tersebut kepada umatnya. “قُلْ ” yaitu katakanlah (wahai Rasul kepada manusia), هَذِهِ سَبِيْلِي (inilah jalan (agama) ku) yaitu syariat dan jalan yang aku berada di atasnya, berupa ucapan atau perbuatan. Itulah jalanku dan manhajku menuju kepada Allah subhanahu wata’ala.
Oleh karena itu, seorang yang berilmu wajib untuk berjalan di atas jalan yang telah ditempuh oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ini, yaitu dakwah kepada Allah subhanahu wata’ala dengan berlandaskan ilmu. Itulah jalan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dan juga jalan orang-orang yang mengikutinya.
Sehingga seorang hamba tidak akan menjadi pengikut Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam yang sejati dan sempurna kecuali apabila dia menelusuri jalannya. Maka barangsiapa yang berdakwah kepada Allah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan berlandaskan ilmu, berlepas diri dari syirik dan istiqamah di atas kebenaran, maka dia adalah pengikut beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh karena itu Allah shallallahu ‘alaihi wasallam berfirman setelahnya,
“Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” (Yusuf: 108)
Seorang dai yang mengajak kepada Allah subhanahu wata’ala lagi jujur dalam berdakwah, dialah orang yang mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di atas ilmu. Bukannya dengan kedustaan atau perkataan tentang Allah tanpa ilmu, Maha tinggi Allah dari segala hal yang tidak layak bagi-Nya. Bersamaan dengan itu dia mensifati Allah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan sifat-sifat kesempurnaan, mensucikan-Nya dari penyerupaan dengan makhluk, mentauhidkan-Nya, ikhlas kepada-Nya dan berlepas diri dari syirik beserta pelakunya.
Seorang dai yang mengajak kepada Allah subhanahu wata’ala wajib untuk mentauhidkan Allah subhanahu wata’ala dan beristiqamah di atas syariat-Nya. Di samping itu, dia mensucikan Allah subhanahu wata’ala dari menyerupakan-Nya dengan makhluk, mensifati-Nya dengan sifat yang ditetapkan oleh Dia sendiri atau oleh Rasul-Nya, mensucikan-Nya dari sifat-sifat kekurangan dan kelemahan, menetapkan Asma`ul Husna dan sifat-sifat-Nya yang tinggi nan sempurna yang terdapat dalam Al Qur`an atau Sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam Al Amin dalam bentuk penetapan yang layak bagi kemuliaan-Nya dengan tanpa tamtsil (menyerupakan sifat Allah subhanahu wata’ala dengan sifat makhluk-Nya -pent) dan mensucikan-Nya tanpa ta’thil (meniadakan makna sifat Allah subhanahu wata’ala yang haq -pent).
Oleh karena itu, seorang hamba wajib menetapkan sifat-sifat dan nama-nama Allah subhanahu wata’ala dengan penetapan yang sempurna tanpa tamtsil dan tasybih (menyerupakan sifat Allah subhanahu wata’ala dengan sifat makhluk-Nya, pen), mensucikan semua sifat-sifat Allah subhanahu wata’ala dari penyerupaan terhadap makhluk dengan pensucian yang bersih dari ta’thil.
Selain itu, seorang hamba wajib menamai Allah subhanahu wata’ala dengan Asma`ul Husna, mensifati-Nya dengan sifat-sifat yang mulia yang terdapat dalam Al Qur`an atau sunnah yang shahih tanpa tahrif, ta’thil, takyif dan tamtsil, tanpa menambah dan mengurangi. Dengan demikian, dia adalah seorang pengikut Rasul, bukan ahlu bid’ah. Dia telah berjalan di atas manhaj lurus yang telah ditempuh oleh para rasul dan para pengikutnya dengan baik, yang paling utama dari mereka adalah Nabi kita Muhammad subhanahu wata’ala dan para shahabat beliau yang setelahnya. Kemudian orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, di mana pelopor mereka adalah para imam yang terkenal setelah shahabat seperti Al Imam Malik bin Anas, Al Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i, Al Imam Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit, Al Imam Ahmad bin Muhammad bin Hanbal, Al Imam Al Auza’i, Al Imam Sufyan Ats-Tsauri, Al Imam Ishaq bin Rahuyah, dan para ulama selain mereka yang berjalan di atas manhaj yang lurus dalam hal menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wata’ala, serta mensucikan-Nya dari penyerupaan terhadap makhluk.(*)
Sumber: (Ada Tanggung Jawab di Pundakmu, Asy Syaikh Ibn Baaz, penerbit Al Husna Jogjakarta)
Orang yang tidak memiliki ilmu tidaklah dianggap sebagai seorang ulama. Orang yang seperti ini tidak akan memberi manfaat kepada manusia, baik dalam permasalahan dakwah atau perkara-perkara dunia. Yang saya maksud di sini adalah manfaat yang konkrit dan hasil yang nyata, walaupun terkadang orang yang tidak berilmu bisa memberi manfaat kepada sebagian manusia dengan nasehat yang dia ketahui, atau dengan suatu permasalahan yang dia hafal, atau dengan bantuan materi yang dia berikan kepada orang lain.
Akan tetapi manfaat yang konkrit akan muncul dari kejujuran, keikhlasan, banyaknya ilmu, kemapanan ilmu serta kesabaran dari seorang penuntut ilmu.
Ada suatu permasalahan yang penting, yaitu tanggung jawab yang ada pada seorang penuntut ilmu dari sisi menyampaikan ilmu dan mengajarkannya kepada manusia. Karena sesungguhnya para ulama adalah pengganti dan pewaris para rasul. Kedudukan para rasul tidaklah tersamar lagi, merekalah pembimbing dan pemberi petunjuk bagi umat. Mereka adalah pengantar umat menuju kepada kebahagiaan dan keselamatan. Sehingga dalam hal ini, para ulama menempati kedudukan para rasul dalam menyampaikan ilmu syar’i.
Kerasulan telah ditutup oleh Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sehingga tugas yang tersisa saat ini adalah menyampaikan syariat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, berdakwah, menjelaskan dan menyebarkannya kepada manusia. Semua itu tidak ada yang lebih pantas untuk melakukannya kecuali para ulama. Karena Allah subhanahu wata’ala telah memberi mereka keahlian untuk berdakwah, membimbing umat dengan perkataan, perbuatan dan perjalanan hidup mereka yang zhahir dan batin.
Oleh karena itu, kewajiban mereka sangatlah besar. Dan mereka harus berhati-hati, karena umat berada dalam tanggungan mereka. Selain itu umat juga sangat membutuhkan penyampaian dan penjelasan ulama dengan berbagai sarananya.
Di zaman ini sarana-sarana untuk melakukan dakwah sangatlah banyak. Di antaranya adalah media massa yang berbentuk bacaan, maupun media audio/visual. Sarana-sarana tersebut mempunyai pengaruh yang besar dalam menyesatkan manusia maupun memberikan petunjuk kepada mereka. Begitu pula khutbah-khutbah di hari Jum’at, hari raya, acara-acara tertentu, seminar, perayaan-perayaan apa saja (yang syar’i), terbitan-terbitan baik berupa buku yang besar ataupun kecil. Sarana-sarana tersebut mempunyai pengaruh yang besar terhadap dakwah. Alhamdullilah, sarana-sarana dakwah yang ada pada zaman ini begitu mudah dan banyak.
Namun, yang menjadi musibah adalah lemahnya semangat seorang penuntut ilmu serta berpaling dan lalainya dia dari menuntut ilmu. Inilah musibah yang sangat besar. Allah subhanahu wata’ala berfirman,
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (Fushshilat: 33)
Di alam semesta ini, tidak ada seorang pun yang lebih baik ucapannya daripada mereka, terutama para rasul dan nabi, kemudian para ulama yang setelah mereka.
Setiap kali ilmu bertambah banyak, dan rasa taqwa, takut serta ikhlas kepada Allah subhanahu wata’ala bertambah sempurna, maka manfaat yang diperoleh akan bertambah banyak. Sehingga dakwahnya kepada ajaran Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam bertambah sempurna. Begitu juga sebaliknya. Setiap kali rasa taqwa, ilmu dan takut kepada Allah subhanahu wata’ala melemah atau sedikit, di sisi lain dia diuji dengan kesibukan-kesibukan dan syahwat dunia maka akan sedikit pula ilmu dan kebaikannya.
Allah subhanahu wata’ala berfirman,
“Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata.” (Yusuf: 108)
Allah subhanahu wata’ala menjelaskan bahwa misi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah berdakwah kepada Allah subhanahu wata’ala dengan dilandasi ilmu. Dan Allah subhanahu wata’ala memerintahkan beliau untuk menyampaikan hal tersebut kepada umatnya. “قُلْ ” yaitu katakanlah (wahai Rasul kepada manusia), هَذِهِ سَبِيْلِي (inilah jalan (agama) ku) yaitu syariat dan jalan yang aku berada di atasnya, berupa ucapan atau perbuatan. Itulah jalanku dan manhajku menuju kepada Allah subhanahu wata’ala.
Oleh karena itu, seorang yang berilmu wajib untuk berjalan di atas jalan yang telah ditempuh oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ini, yaitu dakwah kepada Allah subhanahu wata’ala dengan berlandaskan ilmu. Itulah jalan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dan juga jalan orang-orang yang mengikutinya.
Sehingga seorang hamba tidak akan menjadi pengikut Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam yang sejati dan sempurna kecuali apabila dia menelusuri jalannya. Maka barangsiapa yang berdakwah kepada Allah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan berlandaskan ilmu, berlepas diri dari syirik dan istiqamah di atas kebenaran, maka dia adalah pengikut beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh karena itu Allah shallallahu ‘alaihi wasallam berfirman setelahnya,
“Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” (Yusuf: 108)
Seorang dai yang mengajak kepada Allah subhanahu wata’ala lagi jujur dalam berdakwah, dialah orang yang mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di atas ilmu. Bukannya dengan kedustaan atau perkataan tentang Allah tanpa ilmu, Maha tinggi Allah dari segala hal yang tidak layak bagi-Nya. Bersamaan dengan itu dia mensifati Allah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan sifat-sifat kesempurnaan, mensucikan-Nya dari penyerupaan dengan makhluk, mentauhidkan-Nya, ikhlas kepada-Nya dan berlepas diri dari syirik beserta pelakunya.
Seorang dai yang mengajak kepada Allah subhanahu wata’ala wajib untuk mentauhidkan Allah subhanahu wata’ala dan beristiqamah di atas syariat-Nya. Di samping itu, dia mensucikan Allah subhanahu wata’ala dari menyerupakan-Nya dengan makhluk, mensifati-Nya dengan sifat yang ditetapkan oleh Dia sendiri atau oleh Rasul-Nya, mensucikan-Nya dari sifat-sifat kekurangan dan kelemahan, menetapkan Asma`ul Husna dan sifat-sifat-Nya yang tinggi nan sempurna yang terdapat dalam Al Qur`an atau Sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam Al Amin dalam bentuk penetapan yang layak bagi kemuliaan-Nya dengan tanpa tamtsil (menyerupakan sifat Allah subhanahu wata’ala dengan sifat makhluk-Nya -pent) dan mensucikan-Nya tanpa ta’thil (meniadakan makna sifat Allah subhanahu wata’ala yang haq -pent).
Oleh karena itu, seorang hamba wajib menetapkan sifat-sifat dan nama-nama Allah subhanahu wata’ala dengan penetapan yang sempurna tanpa tamtsil dan tasybih (menyerupakan sifat Allah subhanahu wata’ala dengan sifat makhluk-Nya, pen), mensucikan semua sifat-sifat Allah subhanahu wata’ala dari penyerupaan terhadap makhluk dengan pensucian yang bersih dari ta’thil.
Selain itu, seorang hamba wajib menamai Allah subhanahu wata’ala dengan Asma`ul Husna, mensifati-Nya dengan sifat-sifat yang mulia yang terdapat dalam Al Qur`an atau sunnah yang shahih tanpa tahrif, ta’thil, takyif dan tamtsil, tanpa menambah dan mengurangi. Dengan demikian, dia adalah seorang pengikut Rasul, bukan ahlu bid’ah. Dia telah berjalan di atas manhaj lurus yang telah ditempuh oleh para rasul dan para pengikutnya dengan baik, yang paling utama dari mereka adalah Nabi kita Muhammad subhanahu wata’ala dan para shahabat beliau yang setelahnya. Kemudian orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, di mana pelopor mereka adalah para imam yang terkenal setelah shahabat seperti Al Imam Malik bin Anas, Al Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i, Al Imam Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit, Al Imam Ahmad bin Muhammad bin Hanbal, Al Imam Al Auza’i, Al Imam Sufyan Ats-Tsauri, Al Imam Ishaq bin Rahuyah, dan para ulama selain mereka yang berjalan di atas manhaj yang lurus dalam hal menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wata’ala, serta mensucikan-Nya dari penyerupaan terhadap makhluk.(*)
Sumber: (Ada Tanggung Jawab di Pundakmu, Asy Syaikh Ibn Baaz, penerbit Al Husna Jogjakarta)
Keutamaan Puasa di Hari Asyura (10 Muharram)
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
[Di dalam kitab beliau Riyadhus Shalihin, Al-Imam An-Nawawi -rahimahullah- membawakan tiga buah hadits yang berkenaan dengan puasa sunnah pada bulan Muharram, yaitu puasa hari Asyura / Asyuro (10 Muharram) dan Tasu’a (9 Muharram)]
Hadits yang Pertama
عن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم صام يوم عاشوراء وأمر بصيامه. مُتَّفّقٌ عَلَيهِ
Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhuma-, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya”. (Muttafaqun ‘Alaihi).
Hadits yang Kedua
عن أبي قتادة رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم سئل عن صيام يوم عاشوراء فقال: ((يكفر السنة الماضية)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.
Dari Abu Qatadah -radhiyallahu ‘anhu-, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari ‘Asyura. Beliau menjawab, “(Puasa tersebut) Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu”. (HR. Muslim)
Hadits yang Ketiga
وعن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُما قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم: ((لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.
Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhuma- beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada (hari) kesembilan” (HR. Muslim)
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa pada hari ‘Asyura, beliau menjawab, ‘Menghapuskan dosa setahun yang lalu’, ini pahalanya lebih sedikit daripada puasa Arafah (yakni menghapuskan dosa setahun sebelum serta sesudahnya –pent). Bersamaan dengan hal tersebut, selayaknya seorang berpuasa ‘Asyura (10 Muharram) disertai dengan (sebelumnya, ed.) Tasu’a (9 Muharram). Hal ini karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada yang kesembilan’, maksudnya berpuasa pula pada hari Tasu’a.
Penjelasan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk berpuasa pada hari sebelum maupun setelah ‘Asyura [1] dalam rangka menyelisihi orang-orang Yahudi karena hari ‘Asyura –yaitu 10 Muharram- adalah hari di mana Allah selamatkan Musa dan kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun dan para pengikutnya. Dahulu orang-orang Yahudi berpuasa pada hari tersebut sebagai syukur mereka kepada Allah atas nikmat yang agung tersebut. Allah telah memenangkan tentara-tentaranya dan mengalahkan tentara-tentara syaithan, menyelamatkan Musa dan kaumnya serta membinasakan Fir’aun dan para pengikutnya. Ini merupakan nikmat yang besar.
Oleh karena itu, setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tinggal di Madinah, beliau melihat bahwa orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura [2]. Beliau pun bertanya kepada mereka tentang hal tersebut. Maka orang-orang Yahudi tersebut menjawab, “Hari ini adalah hari di mana Allah telah menyelamatkan Musa dan kaumnya, serta celakanya Fir’aun serta pengikutnya. Maka dari itu kami berpuasa sebagai rasa syukur kepada Allah”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”.
Kenapa Rasulullah mengucapkan hal tersebut? Karena Nabi dan orang–orang yang bersama beliau adalah orang-orang yang lebih berhak terhadap para nabi yang terdahulu. Allah berfirman,
إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ
“Sesungguhnya orang yang paling berhak dengan Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman, dan Allah-lah pelindung semua orang-orang yang beriman”. (Ali Imran: 68)
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling berhak terhadap Nabi Musa daripada orang-orang Yahudi tersebut, dikarenakan mereka kafir terhadap Nabi Musa, Nabi Isa dan Muhammad. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa ‘Asyura dan memerintahkan manusia untuk berpuasa pula pada hari tersebut. Beliau juga memerintahkan untuk menyelisihi Yahudi yang hanya berpuasa pada hari ‘Asyura, dengan berpuasa pada hari kesembilan atau hari kesebelas beriringan dengan puasa pada hari kesepuluh (’Asyura), atau ketiga-tiganya. [3]
Oleh karena itu sebagian ulama seperti Ibnul Qayyim dan yang selain beliau menyebutkan bahwa puasa ‘Asyura terbagi menjadi tiga keadaan:
1. Berpuasa pada hari ‘Asyura dan Tasu’ah (9 Muharram), ini yang paling afdhal.
2. Berpuasa pada hari ‘Asyura dan tanggal 11 Muharram, ini kurang pahalanya daripada yang pertama. [4]
3. Berpuasa pada hari ‘Asyura saja, sebagian ulama memakruhkannya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk menyelisihi Yahudi, namun sebagian ulama yang lain memberi keringanan (tidak menganggapnya makhruh). [5]
Wallahu a’lam bish shawab.
(Sumber: Syarh Riyadhis Shalihin karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin terbitan Darus Salam – Mesir, diterjemahkan Abu Umar Urwah Al-Bankawy, muraja’ah dan catatan kaki: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Rifai)
CATATAN KAKI:
[1] Adapun hadits yang menyebutkan perintah untuk berpuasa setelahnya (11 Asyura’) adalah dha’if (lemah). Hadits tersebut berbunyi:
صوموا يوم عاشوراء و خالفوا فيه اليهود صوموا قبله يوما و بعده يوما . -
“Puasalah kalian hari ‘Asyura dan selisihilah orang-orang yahudi padanya (maka) puasalah sehari sebelumnya dan sehari setelahnya. (HR. Ahmad dan Al Baihaqy. Didhaifkan oleh As Syaikh Al-Albany di Dha’iful Jami’ hadits no. 3506)
Dan berkata As Syaikh Al Albany – Rahimahullah- di Silsilah Ad Dha’ifah Wal Maudhu’ah IX/288 No. Hadits 4297: Penyebutan sehari setelahnya (hari ke sebelas. pent) adalah mungkar, menyelisihi hadits Ibnu Abbas yang shahih dengan lafadz:
“لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع” .
“Jika aku hidup sampai tahun depan tentu aku akan puasa hari kesembilan”
Lihat juga kitab Zaadul Ma’ad 2/66 cet. Muassasah Ar-Risalah Th. 1423 H. dengan tahqiq Syu’aib Al Arnauth dan Abdul Qadir Al Arna’uth.
لئن بقيت لآمرن بصيام يوم قبله أو يوم بعده . يوم عاشوراء) .-
“Kalau aku masih hidup niscaya aku perintahkan puasa sehari sebelumnya (hari Asyura) atau sehari sesudahnya” ((HR. Al Baihaqy, Berkata Al Albany di As-Silsilah Ad-Dha’ifah Wal Maudhu’ah IX/288 No. Hadits 4297: Ini adalah hadits mungkar dengan lafadz lengkap tersebut.))
[2] Padanya terdapat dalil yang menunjukkan bahwa penetapan waktu pada umat terdahulu pun menggunakan bulan-bulan qamariyyah (Muharram s/d Dzulhijjah, Pent.) bukan dengan bulan-bulan ala Eropa (Jan s/d Des). Karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan bahwa hari ke sepuluh dari Muharram adalah hari di mana Allah membinasakan Fir’aun dan pengikutnya dan menyelamatkan Musa dan pengikutnya. (Syarhul Mumthi’ VI.)
[3] Untuk puasa di hari kesebelas haditsnya adalah dha’if (lihat no. 1) maka – Wallaahu a’lam – cukup puasa hari ke 9 bersama hari ke 10 (ini yang afdhal) atau ke 10 saja.
Asy-Syaikh Salim Bin Ied Al Hilaly mengatakan bahwa, “Sebagian ahlu ilmu berpendapat bahwa menyelisihi orang Yahudi terjadi dengan puasa sebelumnya atau sesudahnya. Mereka berdalil dengan hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam,
صوموا يوم عاشوراء و خالفوا فيه اليهود صوموا قبله يوما أو بعده يوما .
“Puasalah kalian hari ‘Asyura dan selisihilah orang-orang Yahudi padanya (maka) puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya”.
Ini adalah pendapat yang lemah, karena bersandar dengan hadits yang lemah tersebut yang pada sanadnya terdapat Ibnu Abi Laila dan ia adalah jelek hafalannya.” (Bahjatun Nadhirin Syarah Riyadhus Shalihin II/385. cet. IV. Th. 1423 H Dar Ibnu Jauzi)
[4] (lihat no. 3)
[5] Asy-Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan,
والراجح أنه لا يكره إفراد عاشوراء.
Dan yang rajih adalah bahwa tidak dimakruhkan berpuasa ‘Asyura saja. (Syarhul Mumthi’ VI)
Wallaahu a’lam.
[Di dalam kitab beliau Riyadhus Shalihin, Al-Imam An-Nawawi -rahimahullah- membawakan tiga buah hadits yang berkenaan dengan puasa sunnah pada bulan Muharram, yaitu puasa hari Asyura / Asyuro (10 Muharram) dan Tasu’a (9 Muharram)]
Hadits yang Pertama
عن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم صام يوم عاشوراء وأمر بصيامه. مُتَّفّقٌ عَلَيهِ
Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhuma-, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya”. (Muttafaqun ‘Alaihi).
Hadits yang Kedua
عن أبي قتادة رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم سئل عن صيام يوم عاشوراء فقال: ((يكفر السنة الماضية)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.
Dari Abu Qatadah -radhiyallahu ‘anhu-, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari ‘Asyura. Beliau menjawab, “(Puasa tersebut) Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu”. (HR. Muslim)
Hadits yang Ketiga
وعن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُما قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم: ((لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.
Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhuma- beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada (hari) kesembilan” (HR. Muslim)
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa pada hari ‘Asyura, beliau menjawab, ‘Menghapuskan dosa setahun yang lalu’, ini pahalanya lebih sedikit daripada puasa Arafah (yakni menghapuskan dosa setahun sebelum serta sesudahnya –pent). Bersamaan dengan hal tersebut, selayaknya seorang berpuasa ‘Asyura (10 Muharram) disertai dengan (sebelumnya, ed.) Tasu’a (9 Muharram). Hal ini karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada yang kesembilan’, maksudnya berpuasa pula pada hari Tasu’a.
Penjelasan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk berpuasa pada hari sebelum maupun setelah ‘Asyura [1] dalam rangka menyelisihi orang-orang Yahudi karena hari ‘Asyura –yaitu 10 Muharram- adalah hari di mana Allah selamatkan Musa dan kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun dan para pengikutnya. Dahulu orang-orang Yahudi berpuasa pada hari tersebut sebagai syukur mereka kepada Allah atas nikmat yang agung tersebut. Allah telah memenangkan tentara-tentaranya dan mengalahkan tentara-tentara syaithan, menyelamatkan Musa dan kaumnya serta membinasakan Fir’aun dan para pengikutnya. Ini merupakan nikmat yang besar.
Oleh karena itu, setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tinggal di Madinah, beliau melihat bahwa orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura [2]. Beliau pun bertanya kepada mereka tentang hal tersebut. Maka orang-orang Yahudi tersebut menjawab, “Hari ini adalah hari di mana Allah telah menyelamatkan Musa dan kaumnya, serta celakanya Fir’aun serta pengikutnya. Maka dari itu kami berpuasa sebagai rasa syukur kepada Allah”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”.
Kenapa Rasulullah mengucapkan hal tersebut? Karena Nabi dan orang–orang yang bersama beliau adalah orang-orang yang lebih berhak terhadap para nabi yang terdahulu. Allah berfirman,
إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ
“Sesungguhnya orang yang paling berhak dengan Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman, dan Allah-lah pelindung semua orang-orang yang beriman”. (Ali Imran: 68)
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling berhak terhadap Nabi Musa daripada orang-orang Yahudi tersebut, dikarenakan mereka kafir terhadap Nabi Musa, Nabi Isa dan Muhammad. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa ‘Asyura dan memerintahkan manusia untuk berpuasa pula pada hari tersebut. Beliau juga memerintahkan untuk menyelisihi Yahudi yang hanya berpuasa pada hari ‘Asyura, dengan berpuasa pada hari kesembilan atau hari kesebelas beriringan dengan puasa pada hari kesepuluh (’Asyura), atau ketiga-tiganya. [3]
Oleh karena itu sebagian ulama seperti Ibnul Qayyim dan yang selain beliau menyebutkan bahwa puasa ‘Asyura terbagi menjadi tiga keadaan:
1. Berpuasa pada hari ‘Asyura dan Tasu’ah (9 Muharram), ini yang paling afdhal.
2. Berpuasa pada hari ‘Asyura dan tanggal 11 Muharram, ini kurang pahalanya daripada yang pertama. [4]
3. Berpuasa pada hari ‘Asyura saja, sebagian ulama memakruhkannya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk menyelisihi Yahudi, namun sebagian ulama yang lain memberi keringanan (tidak menganggapnya makhruh). [5]
Wallahu a’lam bish shawab.
(Sumber: Syarh Riyadhis Shalihin karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin terbitan Darus Salam – Mesir, diterjemahkan Abu Umar Urwah Al-Bankawy, muraja’ah dan catatan kaki: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Rifai)
CATATAN KAKI:
[1] Adapun hadits yang menyebutkan perintah untuk berpuasa setelahnya (11 Asyura’) adalah dha’if (lemah). Hadits tersebut berbunyi:
صوموا يوم عاشوراء و خالفوا فيه اليهود صوموا قبله يوما و بعده يوما . -
“Puasalah kalian hari ‘Asyura dan selisihilah orang-orang yahudi padanya (maka) puasalah sehari sebelumnya dan sehari setelahnya. (HR. Ahmad dan Al Baihaqy. Didhaifkan oleh As Syaikh Al-Albany di Dha’iful Jami’ hadits no. 3506)
Dan berkata As Syaikh Al Albany – Rahimahullah- di Silsilah Ad Dha’ifah Wal Maudhu’ah IX/288 No. Hadits 4297: Penyebutan sehari setelahnya (hari ke sebelas. pent) adalah mungkar, menyelisihi hadits Ibnu Abbas yang shahih dengan lafadz:
“لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع” .
“Jika aku hidup sampai tahun depan tentu aku akan puasa hari kesembilan”
Lihat juga kitab Zaadul Ma’ad 2/66 cet. Muassasah Ar-Risalah Th. 1423 H. dengan tahqiq Syu’aib Al Arnauth dan Abdul Qadir Al Arna’uth.
لئن بقيت لآمرن بصيام يوم قبله أو يوم بعده . يوم عاشوراء) .-
“Kalau aku masih hidup niscaya aku perintahkan puasa sehari sebelumnya (hari Asyura) atau sehari sesudahnya” ((HR. Al Baihaqy, Berkata Al Albany di As-Silsilah Ad-Dha’ifah Wal Maudhu’ah IX/288 No. Hadits 4297: Ini adalah hadits mungkar dengan lafadz lengkap tersebut.))
[2] Padanya terdapat dalil yang menunjukkan bahwa penetapan waktu pada umat terdahulu pun menggunakan bulan-bulan qamariyyah (Muharram s/d Dzulhijjah, Pent.) bukan dengan bulan-bulan ala Eropa (Jan s/d Des). Karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan bahwa hari ke sepuluh dari Muharram adalah hari di mana Allah membinasakan Fir’aun dan pengikutnya dan menyelamatkan Musa dan pengikutnya. (Syarhul Mumthi’ VI.)
[3] Untuk puasa di hari kesebelas haditsnya adalah dha’if (lihat no. 1) maka – Wallaahu a’lam – cukup puasa hari ke 9 bersama hari ke 10 (ini yang afdhal) atau ke 10 saja.
Asy-Syaikh Salim Bin Ied Al Hilaly mengatakan bahwa, “Sebagian ahlu ilmu berpendapat bahwa menyelisihi orang Yahudi terjadi dengan puasa sebelumnya atau sesudahnya. Mereka berdalil dengan hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam,
صوموا يوم عاشوراء و خالفوا فيه اليهود صوموا قبله يوما أو بعده يوما .
“Puasalah kalian hari ‘Asyura dan selisihilah orang-orang Yahudi padanya (maka) puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya”.
Ini adalah pendapat yang lemah, karena bersandar dengan hadits yang lemah tersebut yang pada sanadnya terdapat Ibnu Abi Laila dan ia adalah jelek hafalannya.” (Bahjatun Nadhirin Syarah Riyadhus Shalihin II/385. cet. IV. Th. 1423 H Dar Ibnu Jauzi)
[4] (lihat no. 3)
[5] Asy-Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan,
والراجح أنه لا يكره إفراد عاشوراء.
Dan yang rajih adalah bahwa tidak dimakruhkan berpuasa ‘Asyura saja. (Syarhul Mumthi’ VI)
Wallaahu a’lam.
Saturday, October 30, 2010
ayat pasif dan ayat aktif
1. Kedua-dua ayat ini berlainan bentuk stuktur perkataannya tetapi mempunyai maksud sama.
2. Ayat Aktif ialah ayat yang menekankan objek.
3. Ayat Pasif menerangkan benda atau orang yang dikenakan perbuatan ke atasnya.
1. Ayat aktif ialah ayat yang kata kerja berawalan men-. Contohnya:
(a) Emak memasak nasi dan sebagainya
(b) Pasukan pengakap telah mendirikan khemah itu.
(c) Ketua murid menaikkan bendera sekolah.
2. Ayat pasif ialah ayat yang kerjanya……
(a) tidak berawalan men- dan didahului kata ganti diri pertama dan kata ganti diri kedua.
Contohnya:
i. Bola itu saya tendang.
ii. Borang itu perlu anda isi.
(b) berawalan di- dan diikuti kata sendi oleh serta kata ganti diri ketiga.
Contohnya: Baju itu dibasuh oleh kakak.
3. Ayat pasif terdiri daripada:
(a) ayat pasif diri pertama, iaitu ayat yang kata kerjanya tidak berawalan men-
dan didahului kata ganti diri pertama seperti aku, kami, kita, saya, dan sebagainya.
(b) ayat pasif diri kedua, iaitu ayat yang kata kerjanya tidak berawalan men-
dan didahului kata ganti diri kedua seperti awak, anda, kamu, engkau, dan sebagainya.
(c) ayat pasif diri ketiga, iaitu ayat yang kata kerjanya berawalan di-, diikuti kata sendi oleh serta
kata ganti diri ketiga seperti ia, dia, beliau, baginda, dan sebagainya.
4. Kedua-dua ayat aktif dan pasif membawa maksud yang sama walaupun bentuknya berbeza.
Contohnya:
Ayat Aktif Ayat Pasif Diri Pertama
(a) Saya mencuci kasut sekolah.
(b) Kita menerima keputusan itu.
(c) Aku akan memetik bunga itu.
(d) Kami sudah menyusun jadual itu. (a) Kasut sekolah saya cuci.
(b) Keputusan itu kita terima.
(c) Bunga itu akan aku petik.
(d) Jadual itu sudah kami susun.
Ayat Aktif Ayat Pasif Diri Kedua
(a) Anda harus menyiapkan kerja itu.
(b) Awak mesti menyerahkan surat itu.
(c) Engkau patut memulangkan duitnya.
(d) Kamu perlu membaiki kereta itu. (a) Kerja itu harus anda siapkan.
(b) Surat itu mesti awak serahkan.
(c) Duitnya patut engkau pulangkan.
(d) Kereta itu perlu kamu baiki.
Ayat Aktif Ayat Pasif Diri Ketiga
(a) Mereka mengecat bangunan.
(b) Baginda meminta rakyat supaya bersabar.
(c) Beliau mengarahkan orang ramai supaya beratur.
(d) Dia sedang menjahit baju. (a) Bangunan dicat oleh mereka.
(b) Rakyat diminta oleh baginda supaya bersabar.
(c) Orang ramai diarahkan oleh beliau
supaya beratur.
(d) Baju sedang dijahit olehnya.
Ayat Aktif Ayat Pasif
1. Ali membaca buku itu.
2. Ibu memasak nasi lemak.
3. Kita mesti mendengar nasihat guru kita.
4. Salmah memukul adiknya dengan kuat.
5. Yusof membawa kerusi patah. Buku itu dibaca oleh Ali.
Nasi lemak dimasak oleh ibu.
Nasihat guru kita, mesti kita dengar.
Adiknya dipukul dengan kuat oleh Salmah.
Kerusi patah dibawa oleh Yusof
2. Ayat Aktif ialah ayat yang menekankan objek.
3. Ayat Pasif menerangkan benda atau orang yang dikenakan perbuatan ke atasnya.
1. Ayat aktif ialah ayat yang kata kerja berawalan men-. Contohnya:
(a) Emak memasak nasi dan sebagainya
(b) Pasukan pengakap telah mendirikan khemah itu.
(c) Ketua murid menaikkan bendera sekolah.
2. Ayat pasif ialah ayat yang kerjanya……
(a) tidak berawalan men- dan didahului kata ganti diri pertama dan kata ganti diri kedua.
Contohnya:
i. Bola itu saya tendang.
ii. Borang itu perlu anda isi.
(b) berawalan di- dan diikuti kata sendi oleh serta kata ganti diri ketiga.
Contohnya: Baju itu dibasuh oleh kakak.
3. Ayat pasif terdiri daripada:
(a) ayat pasif diri pertama, iaitu ayat yang kata kerjanya tidak berawalan men-
dan didahului kata ganti diri pertama seperti aku, kami, kita, saya, dan sebagainya.
(b) ayat pasif diri kedua, iaitu ayat yang kata kerjanya tidak berawalan men-
dan didahului kata ganti diri kedua seperti awak, anda, kamu, engkau, dan sebagainya.
(c) ayat pasif diri ketiga, iaitu ayat yang kata kerjanya berawalan di-, diikuti kata sendi oleh serta
kata ganti diri ketiga seperti ia, dia, beliau, baginda, dan sebagainya.
4. Kedua-dua ayat aktif dan pasif membawa maksud yang sama walaupun bentuknya berbeza.
Contohnya:
Ayat Aktif Ayat Pasif Diri Pertama
(a) Saya mencuci kasut sekolah.
(b) Kita menerima keputusan itu.
(c) Aku akan memetik bunga itu.
(d) Kami sudah menyusun jadual itu. (a) Kasut sekolah saya cuci.
(b) Keputusan itu kita terima.
(c) Bunga itu akan aku petik.
(d) Jadual itu sudah kami susun.
Ayat Aktif Ayat Pasif Diri Kedua
(a) Anda harus menyiapkan kerja itu.
(b) Awak mesti menyerahkan surat itu.
(c) Engkau patut memulangkan duitnya.
(d) Kamu perlu membaiki kereta itu. (a) Kerja itu harus anda siapkan.
(b) Surat itu mesti awak serahkan.
(c) Duitnya patut engkau pulangkan.
(d) Kereta itu perlu kamu baiki.
Ayat Aktif Ayat Pasif Diri Ketiga
(a) Mereka mengecat bangunan.
(b) Baginda meminta rakyat supaya bersabar.
(c) Beliau mengarahkan orang ramai supaya beratur.
(d) Dia sedang menjahit baju. (a) Bangunan dicat oleh mereka.
(b) Rakyat diminta oleh baginda supaya bersabar.
(c) Orang ramai diarahkan oleh beliau
supaya beratur.
(d) Baju sedang dijahit olehnya.
Ayat Aktif Ayat Pasif
1. Ali membaca buku itu.
2. Ibu memasak nasi lemak.
3. Kita mesti mendengar nasihat guru kita.
4. Salmah memukul adiknya dengan kuat.
5. Yusof membawa kerusi patah. Buku itu dibaca oleh Ali.
Nasi lemak dimasak oleh ibu.
Nasihat guru kita, mesti kita dengar.
Adiknya dipukul dengan kuat oleh Salmah.
Kerusi patah dibawa oleh Yusof
soalan bm t1 pat 2010
Soalan 1 hingga soalan 7
Lengkapkan ayat- ayat di bawah dengan memilih perkataan yang paling sesuai.
1 Gadis yang berdiri di hadapan tasik itu__________ apabila melihat keindahan alam ciptaan Tuhan.
A terkemam B terkedu
C termengu D terlalai
2 Rumah usang orang tua itu sudah ____ dan sukar dibaiki semula.
A koyak rabak B kopak kapik
C calar balar D hancur lebur
3 Liputan perlawanan bola sepak antara Malaysia dengan Jepun telah dibuat secara langsung oleh seorang ____ yang sangat berpengalaman.
A jurucakap B juruacara
C jurulatih D juruulas
4 Ibu _____ sebentuk cincin bertatahkan mutiara di kedai emas itu semalam untuk hadiah perkahwinan kakak.
A menempah B mencipta
C membolot D menempa
5 Zulfikli berasa______ apabila melihat Zaleha yang disangkanya telah meninggal dunia muncul secara tiba- tiba di hadapannya.
A kajet B takjub
C kagum D pelik
6 Pembentangan kertas kerja tentang kemajuan ekonomi negara telah disampaikan oleh seseorang___________ dari pusat pengajian tinggi tempatan.
A wartawan B karyawan
C negarawan D cendiakiawan
7 Masih ada _____ pendapat dalam kalangan orang ramai tentang punca kenaikan harga barang
A kekeliruan B kegusaran
C perselisihan D perbandingan
Soalan 8 hingga soalan 14
Ayat-ayat di bawah mungkin betul dan mungkin salah. Jika terdapat kesalahan, kesalahan itu telah ditandai dengan A, B dan C. Tandakan sama ada A, B atau C jika ayat itu mengandungi kesalahan dan tandakan D jika tiada kesalahan dalam ayat berkenaan.
8 Sebagai tanda persahabatan, saya menghadiahi Zalina sebuah jam tangan antik yang
A B C
berharga. Tiada kesalahan
D
9 Pembinaan pagar dawai di sekeliling kawasan sekolah itu ditafsirkan menelan belanja
A B
kira- kira dua ribu lima ratus ringgit. Tiada kesalahan
C D
10 “ Maafkan patik kerana mengganggu tuanku beristirahat,” sembah Bendahara kepada
A B C
Sultan Mahmud. Tiada kesalahan
D
11 Muzik selingan yang diperdengarkan dalam majlis jamuan itu mengembalikan nostalgia
A B
zaman bersekolah para tetamu yang hadir. Tiada kesalahan
C D
12 Saya suka membaca novel hasil karya A. Samad Said kerana banyak pengajaran-
A B
pengajaran yang dapat saya peroleh. Tiada Kesalahan
C D
13 Hajar terpaksa mempersuamikan lelaki tua itu atas desakan kedua-dua ibu-bapanya.
A B C
Tiada kesalahan
D
14 Pengkajian pakar perubatan itu telah berjaya menemukan satu formula baharu untuk
A B
mengubati penyakit kronik. Tiada kesalahan
C D
Soalan 15 hingga soalan 17
Pilih ayat-ayat yang menggunakan perkataan berhuruf condong dengan betul.
15 I Ahli Kelab Catur membuka puasa di Hotel Seri Malaysia.
II Pak Amin membuka bungkusan yang diterimanya petang semalam.
III Sektor pertanian membuka peluang pekerjaan kepada siswazah menganggur.
IV Semua murid membuka telinga semasa guru displin memberi taklimat.
A I dan IV sahaja
B II dan III sahaja
C I, II dan III sahaja
D II, III dan IV sahaja
16 I Buku Tatabahasa Dewan menjadi petunjuk kepada segala permasalahan bahasa.
II Kami menjadikan kesan tapak kaki Raju sebagai petunjuk untuk terus mencarinya di dalam hutan itu.
III Jarum petunjuk kelajuan itu sudah tidak berfungsi lagi.
IV Petunjuk perasaan mula berhimpun di pekarangan
A I dan II sahaja
B III dan IV sahaja
C I, II dan III sahaja
D II, III dan IV sahaja
17 I Beberapa buah kereta berhias berarak dari pusat Bandar ke stadium negari.
II Kenangan silam berarak
III Ibu segera mengangkat kain di ampaian apabila terlihat awan mendung berarak yang menandakan hujan akan turun.
IV Ahli pasukan unit beruniform berarak semasa pengetua melakukan pemeriksaan barisan pada hari sukan sekolah.
A I dan II sahaja
B III dan IV sahaja
C I, II dan III sahaja
D II, III, IV sahaja
Soalan 18 hingga soalan 21
Bahagian yang bergaris dalam ayat-ayat yang berikut mungkin mengandungi kesalahan penggunaan bahasa atau mungkin juga tidak. Tandakan A, B atau C jika ayat itu mengandungi kesalahan dan tandakan D jika tiada kesalahan
18 Angkasawan Negara menceritakan tentang pengalaman beliau ketika berada di angkasa lepas dengan penuh keceriaan.
A bercerita pengalaman
B menceritakan pengalaman
C berceritakan tentang pengalaman
D menceritakan tentang pengalaman
19 Pekerja itu mempercepatkan tugasnya agar dia dibenarkan pulang awal.
A mempercepat tugasan demi
B mempercepat tugasnya agar
C mempercepatkan tugas dia supaya
D mempercepatkan tugasnya agar
20 Kata-kata aluan daripada pengerusi majlis itu ringkas tetapi cukup bermakna.
A Kata- kata aluan dari
B kata alu-aluan dari
C Kata alu- aluan daripada
D Kata- kata aluan daripada
21 Semua pelajar sekolah itu sangat kasih akan guru mereka yang baru sahaja meninggal dunia.
A sangat kasih benar
B sangat kasih kepada
C sangat kasih pada
D sangat kasih akan
Soalan 22 hingga soalan 24
Pilih ayat yang mempunyai maksud yang sama atau maksud yang paling hampir dengan ayat yang dicetak tebal.
22 Faizal mencadangkan agar kelasnya membuka gerai jualan makanan bersempena dengan Hari Kantin Sekolah untuk menambahkan tabungan kelas.
A Bagi menambahkan tabungan kelas, Faizal mengesyorkan supaya kelasnya membuka gerai jualan makanan semasa Hari kantin Sekolah.
B Semasa Hari Kantin Sekolah, kelas Faizal disarankan membuka gerai jualan makanan untuk mengisi tabung kelas.
C Kelas Faizal bercadang untuk membuka gerai jualan makanan bersempena dengan Hari Kantin Sekolah agar tabungan kelas bertambah.
D Gerai jualan makanan yang dicadangkan oleh kelas Faizal dibuka bersempena dengan Hari Kantin Sekolah bertujuan untuk menambahkan tabungan kelas.
23 Surat khabar lama itu tidak perlu dibuang kerana dapat dijual atau dikitar semula.
A Pembuangan surat khabar lama membolehkan pihak tertentu menjualnya atau mengitarnya semula.
B Pembaziran dapat dielakkan seandainya surat khabar lama itu dijual atau dikitar semula
C Penjualan atau pengitaran semula surat khabar lama menyebabkan surat khabar itu tidak perlu dibuang.
D Surat kahabar lama yang tidak dapat dijual atau dikitar semula perlulah dibuang.
24 Kita perlu mengambil sayur- sayuran hijau dan buah- buahan untuk memastikan kita mengamalkan diet yang seimbang.
A Sayur-sayuran dan buah-buahan hijau perlu kita ambil untuk diet yang seimbang.
B Kita perlu memastikan amalan diet yang seimbang perlu mengandungi sayur- sayuran dan buah-buahan.
C Diet seimbang yang mengandungi sayur-sayuran hijau dan buah- buahan perlu kita amalkan.
D Kita hendaklah makan sayuran yang hijau dan buah-buah jika hendak mendapatkan diet yang seimbang.
Soalan 25 hingga soalan soalan 27
Pilih ayat- ayat yang betul dan tentukan bahawa anda telah memilih cadangan jawapan yang paling sesuai.
25 I Puan Zainab mengajar kami bahasa Melayu
II Kampung saya terletak di kawasan pedalaman negeri Johor.
III Oleh kerana terlewat bangun tidur Ajit ketinggalan bas pada pagi itu.
IV Dia berjaya mendapat tempat pertama dalam pertandingan mengarang cerpen.
A I dan III sahaja
B II dan IV sahaja
C I, II dan IV sahaja
D II, III dan IV sahaja
26 I Masakan saya tidak berselera untuk menikmati kelazatan aiskrim itu.
II Dia bukan tidak mahu pulang tetapi takut dimarahi oleh ayahnya.
III Rendang daging yang dimasak oleh emak semalam masih elok lagi.
IV Nenek tidak habis berleter dari pagi hingga petang apabila mengetahui Pak Usu masih merokok.
A I dan II sahaja
B I, II dan III sahaja
C I, II dan IV sahaja
D II, III dan IV sahaja
27 I Aiman sedari dia perlu mengubah sikapnya jika ingin berjaya dalam pelajaran
II Zalina menyerahkan buku latihan karangannya kepada Cikgu Aina.
III Fatimah mengesahkan penyertaannya dalam acara lumba lari itu.
IV Kakak menjahit sehelai baju kurung berwarna merah untuk adik.
A I dan II sahaja
B III dan IV sahaja
C I, III dan IV sahaja
D II, III dan IV sahaja
Soalan 28 hingga soalan 30
Pilih peribahasa atau maksud peribahasa yang paling sesuai.
28 Peribahasa ini mengingatkan kita bahawa tiap- tiap pekerjaan yang dilakukan hendaklah sesuai dengan kemampuan kita sendiri.
Peribahasa yang sesuai dengan maksud di atas ialah
A ukur baju di badan sendiri
B tepuk dada tanya selera
C alah membeli, senang memakai
D alah bias tegal biasa
29
Pilih peribahasa yang sesuai bagi menggambarkan situasi dalam penyataan di atas.
A Sikit – sikit lama jadi bukit
B Cencaru makan petang
C Sirih pulang ke gagang
D Durian runtuh
30 Ayu sedar akan pengorbanan bapanya yang terpaksa bekerja keras setiap hari untuk menampung perbelanjaan keluarga yang semakin bertambah sementelahan dia perlu menjalani rawatan hemodialysis setiap minggu.
Keadaan di atas diibaratkan
A sudah semacam besar pasak daripada tiang
B air tenang jangan disangka tiada buaya
C berat mata memandang berat lagi bahu yang memikul
D bagai kerakap tumbuh di batu, hidup segan mati tak mahu
Soalan 31 hingga soalan 35
Baca sajak di bawah ini dengan teliti, kemudian jawab soalan-soalan yang berikut.
Diari Lama
Di halaman diari ini aku amati selembar
tulisan
tentang perjuangan-bertitis air mata
mengalir
namun tak sederas darah yang tertumpah.
Di naungan panji yang megah
kutegakkan cinta dan kasih sayang
anak bertuah bumi merdeka
pada semarak ulang tahun
diulit riang bersalut hiba
Dataran Merdeka menyambut suka
gagah perbarisan anak-anak Malaysia
menghayun langkah menongkah persada
riang di naungan nusa, makmur setiap ketika
sampai bila- bila
( Dipetik daripada antologi Kasut Kelopak Jantung, Tingkatan 1, terbitan Dewan Bahasa Pustaka)
31 Bilakan penyajak membaca kembali catatan pada diari lamanya?
A Ketika dia keseorangan dan kesunyian
B Ketika sambutan ulang tahun kemerdekaan negara.
C Ketika pejuang bersedih dan menangis
D Ketika semua pejuang tumpas dalam perjuangan menuntut kemerdekaan
32 Apakah harapan penyajak tentang negara ini?
A Sentiasa dihiasi panji-panji yang megah
B Rakyat akan terus berasa bertuah
C Sambutan ulang tahun diadakan setiap tahun
D Kemakmuran berkekalan selama-lamanya
33
Unsur gaya bahasa yang terdapat dalam baris sajak di atas ialah
A Simile B Metafora
C Sinkope D Paradoks
34 Sajak itu bernada
A Patriotik B Sinis
C Protes D Melankolik
35 Pengajaran-pengajaran yang terdapat dalam sajak “ Diari Lama” ialah
I
Generasi muda hendaklah mengenang jasa pejuang kemerdekaan.
II Kita hendaklah merayakan sambutan ualang tahun kemerdekaan dengan keinsafan
III Rakyat hendaklah berusaha untuk mengekalkan kemakmuran negara.
IV Rakyat hrendaklah bangkit menentang kezaliman.
A I, II dan III
B I, III dan IV
C I, II dan IV
D I, II, III, dan IV
Soalan 36 hingga soalan 40
HAJI PAKIR : Tidak, Cik Aji. Anak yang baru lahir itu ibarat kain putih yang bersih.
Ibubapanyalah yang bertanggungjawab mencorakkan dan mewarnakan kain putih itu. Saya baru sedar, Cik Aji, bahawa apa yang saya lakukan selama ini adalah salah sama sekali. Melentur buluh kata orang perlu dari rebungnya. Tapi bila rebungnya sudah menjadi buluh dan buluh itu sudah menjadi kukuh berdiri, tidak akan dilenturkan lagi.!
HAJAH DERISAH : Saya masih tak faham maksud awak, BANG Aji!
HAJI PAKIR : ( Perlahan- lahan ) Cik Aji! Kepada anak seorang itu saya tumpahkan sepenuh kasih sayang saya! Saya turut cakapnya. Seperti awak juga. Kerana anak seorang itu saya curahkan segala- galanya! Tapi saya lupa, Cik Aji,bahawa tanpa didikan yang sewajarnya, jangan haraplah rebung itu akan dapat dilentur!
HAJAH DERISAH : Awak maksudkan anak awak tu?
HAJI PAKIR : Ya, anak kita seorang itulah!
HAJAH DERISAH : Apa salahnya dia, Bang Aji?
HAJI PAKIR : Awak tanya apa salahnya dia, Cik Aji? Kalau anak terlalu diberi muka inilah jadinya. Anak itu akan memijak kepala orang tua.
HAJAH DERISAH : Maksud awak, Si Rohani tu?
( Dipetik daripada antologi, Kasut Kelopak Jantung,
Drama Arah ke Mana. Terbitan Dewan Bahasa dan Pustaka)
36 Apakah yang dimaksudkan dengan ungkapan “ tidak akan dilenturkan lagi!” dalam petikan drama di atas?
A Enggang melentur lagi
B Tiada harapan dibentuk lagi
C Tidak boleh digunakan lagi
D Sudah rosak
37 Apakah masalah yang sedang dihadapi oleh Haji Pakir dan Hajah Derisah berdasarkan dialog dalam petikan drama di atas?
A Hajah Derisah tidak faham percakapan Haji Pakir
B Haji pakir sedang menyalahkan isterinya
C Anak Haji Pakir dan Hajah Derisah bermasalah
D Ketiadaan wang untuk membayar yuran persekolahan Rohani
38 Antara dialog yang berikut, yang manakah mengandungi unsur gaya bahasa simile?
A kalau anak terlalu diberi muka inilah jadinya
B Melentur buluh kata orang biar dari rebungnya
C Anak itu akan memijak kepala orang tua
D Anak yang baru lahir itu ibarat kain putih yang bersi
39 Apakah pemikiran drama di atas?
A Gejala penyalahgunaan najis dadah mendatangkan akibat buruk sehingga menyebabkan kehilangan nyawa.
B Keretakan rumah tangga menyebabkan anak menanggung akibat dan hidup tidak berpedoman.
C sikap ibu bapa yang terlalu mengongkong anak- anak sehingga anak- anak memberontak.
D Pendidikan agama yang tidak dipentingkan dalam kalangan generasi tua dan muda masa kini.
40 Persoalan-persoalan berikut terungkap dalam drama “ Arah ke Mana”, kecuali
A Persoalan tentang kasih sayang yang keterlaluan terhadap anak tunggal menyebabkan anak tersasar.
B Persoalan tentang suratan takdir tidak dapat ditolak
C Persoalan tentang keretakan rumah tangga yang mendatangkan kesan terhadap anak.
D Pendidikan agama yang tidak dipentingkan dalam kalangan generasi tua dan muda masa kini.
Lengkapkan ayat- ayat di bawah dengan memilih perkataan yang paling sesuai.
1 Gadis yang berdiri di hadapan tasik itu__________ apabila melihat keindahan alam ciptaan Tuhan.
A terkemam B terkedu
C termengu D terlalai
2 Rumah usang orang tua itu sudah ____ dan sukar dibaiki semula.
A koyak rabak B kopak kapik
C calar balar D hancur lebur
3 Liputan perlawanan bola sepak antara Malaysia dengan Jepun telah dibuat secara langsung oleh seorang ____ yang sangat berpengalaman.
A jurucakap B juruacara
C jurulatih D juruulas
4 Ibu _____ sebentuk cincin bertatahkan mutiara di kedai emas itu semalam untuk hadiah perkahwinan kakak.
A menempah B mencipta
C membolot D menempa
5 Zulfikli berasa______ apabila melihat Zaleha yang disangkanya telah meninggal dunia muncul secara tiba- tiba di hadapannya.
A kajet B takjub
C kagum D pelik
6 Pembentangan kertas kerja tentang kemajuan ekonomi negara telah disampaikan oleh seseorang___________ dari pusat pengajian tinggi tempatan.
A wartawan B karyawan
C negarawan D cendiakiawan
7 Masih ada _____ pendapat dalam kalangan orang ramai tentang punca kenaikan harga barang
A kekeliruan B kegusaran
C perselisihan D perbandingan
Soalan 8 hingga soalan 14
Ayat-ayat di bawah mungkin betul dan mungkin salah. Jika terdapat kesalahan, kesalahan itu telah ditandai dengan A, B dan C. Tandakan sama ada A, B atau C jika ayat itu mengandungi kesalahan dan tandakan D jika tiada kesalahan dalam ayat berkenaan.
8 Sebagai tanda persahabatan, saya menghadiahi Zalina sebuah jam tangan antik yang
A B C
berharga. Tiada kesalahan
D
9 Pembinaan pagar dawai di sekeliling kawasan sekolah itu ditafsirkan menelan belanja
A B
kira- kira dua ribu lima ratus ringgit. Tiada kesalahan
C D
10 “ Maafkan patik kerana mengganggu tuanku beristirahat,” sembah Bendahara kepada
A B C
Sultan Mahmud. Tiada kesalahan
D
11 Muzik selingan yang diperdengarkan dalam majlis jamuan itu mengembalikan nostalgia
A B
zaman bersekolah para tetamu yang hadir. Tiada kesalahan
C D
12 Saya suka membaca novel hasil karya A. Samad Said kerana banyak pengajaran-
A B
pengajaran yang dapat saya peroleh. Tiada Kesalahan
C D
13 Hajar terpaksa mempersuamikan lelaki tua itu atas desakan kedua-dua ibu-bapanya.
A B C
Tiada kesalahan
D
14 Pengkajian pakar perubatan itu telah berjaya menemukan satu formula baharu untuk
A B
mengubati penyakit kronik. Tiada kesalahan
C D
Soalan 15 hingga soalan 17
Pilih ayat-ayat yang menggunakan perkataan berhuruf condong dengan betul.
15 I Ahli Kelab Catur membuka puasa di Hotel Seri Malaysia.
II Pak Amin membuka bungkusan yang diterimanya petang semalam.
III Sektor pertanian membuka peluang pekerjaan kepada siswazah menganggur.
IV Semua murid membuka telinga semasa guru displin memberi taklimat.
A I dan IV sahaja
B II dan III sahaja
C I, II dan III sahaja
D II, III dan IV sahaja
16 I Buku Tatabahasa Dewan menjadi petunjuk kepada segala permasalahan bahasa.
II Kami menjadikan kesan tapak kaki Raju sebagai petunjuk untuk terus mencarinya di dalam hutan itu.
III Jarum petunjuk kelajuan itu sudah tidak berfungsi lagi.
IV Petunjuk perasaan mula berhimpun di pekarangan
A I dan II sahaja
B III dan IV sahaja
C I, II dan III sahaja
D II, III dan IV sahaja
17 I Beberapa buah kereta berhias berarak dari pusat Bandar ke stadium negari.
II Kenangan silam berarak
III Ibu segera mengangkat kain di ampaian apabila terlihat awan mendung berarak yang menandakan hujan akan turun.
IV Ahli pasukan unit beruniform berarak semasa pengetua melakukan pemeriksaan barisan pada hari sukan sekolah.
A I dan II sahaja
B III dan IV sahaja
C I, II dan III sahaja
D II, III, IV sahaja
Soalan 18 hingga soalan 21
Bahagian yang bergaris dalam ayat-ayat yang berikut mungkin mengandungi kesalahan penggunaan bahasa atau mungkin juga tidak. Tandakan A, B atau C jika ayat itu mengandungi kesalahan dan tandakan D jika tiada kesalahan
18 Angkasawan Negara menceritakan tentang pengalaman beliau ketika berada di angkasa lepas dengan penuh keceriaan.
A bercerita pengalaman
B menceritakan pengalaman
C berceritakan tentang pengalaman
D menceritakan tentang pengalaman
19 Pekerja itu mempercepatkan tugasnya agar dia dibenarkan pulang awal.
A mempercepat tugasan demi
B mempercepat tugasnya agar
C mempercepatkan tugas dia supaya
D mempercepatkan tugasnya agar
20 Kata-kata aluan daripada pengerusi majlis itu ringkas tetapi cukup bermakna.
A Kata- kata aluan dari
B kata alu-aluan dari
C Kata alu- aluan daripada
D Kata- kata aluan daripada
21 Semua pelajar sekolah itu sangat kasih akan guru mereka yang baru sahaja meninggal dunia.
A sangat kasih benar
B sangat kasih kepada
C sangat kasih pada
D sangat kasih akan
Soalan 22 hingga soalan 24
Pilih ayat yang mempunyai maksud yang sama atau maksud yang paling hampir dengan ayat yang dicetak tebal.
22 Faizal mencadangkan agar kelasnya membuka gerai jualan makanan bersempena dengan Hari Kantin Sekolah untuk menambahkan tabungan kelas.
A Bagi menambahkan tabungan kelas, Faizal mengesyorkan supaya kelasnya membuka gerai jualan makanan semasa Hari kantin Sekolah.
B Semasa Hari Kantin Sekolah, kelas Faizal disarankan membuka gerai jualan makanan untuk mengisi tabung kelas.
C Kelas Faizal bercadang untuk membuka gerai jualan makanan bersempena dengan Hari Kantin Sekolah agar tabungan kelas bertambah.
D Gerai jualan makanan yang dicadangkan oleh kelas Faizal dibuka bersempena dengan Hari Kantin Sekolah bertujuan untuk menambahkan tabungan kelas.
23 Surat khabar lama itu tidak perlu dibuang kerana dapat dijual atau dikitar semula.
A Pembuangan surat khabar lama membolehkan pihak tertentu menjualnya atau mengitarnya semula.
B Pembaziran dapat dielakkan seandainya surat khabar lama itu dijual atau dikitar semula
C Penjualan atau pengitaran semula surat khabar lama menyebabkan surat khabar itu tidak perlu dibuang.
D Surat kahabar lama yang tidak dapat dijual atau dikitar semula perlulah dibuang.
24 Kita perlu mengambil sayur- sayuran hijau dan buah- buahan untuk memastikan kita mengamalkan diet yang seimbang.
A Sayur-sayuran dan buah-buahan hijau perlu kita ambil untuk diet yang seimbang.
B Kita perlu memastikan amalan diet yang seimbang perlu mengandungi sayur- sayuran dan buah-buahan.
C Diet seimbang yang mengandungi sayur-sayuran hijau dan buah- buahan perlu kita amalkan.
D Kita hendaklah makan sayuran yang hijau dan buah-buah jika hendak mendapatkan diet yang seimbang.
Soalan 25 hingga soalan soalan 27
Pilih ayat- ayat yang betul dan tentukan bahawa anda telah memilih cadangan jawapan yang paling sesuai.
25 I Puan Zainab mengajar kami bahasa Melayu
II Kampung saya terletak di kawasan pedalaman negeri Johor.
III Oleh kerana terlewat bangun tidur Ajit ketinggalan bas pada pagi itu.
IV Dia berjaya mendapat tempat pertama dalam pertandingan mengarang cerpen.
A I dan III sahaja
B II dan IV sahaja
C I, II dan IV sahaja
D II, III dan IV sahaja
26 I Masakan saya tidak berselera untuk menikmati kelazatan aiskrim itu.
II Dia bukan tidak mahu pulang tetapi takut dimarahi oleh ayahnya.
III Rendang daging yang dimasak oleh emak semalam masih elok lagi.
IV Nenek tidak habis berleter dari pagi hingga petang apabila mengetahui Pak Usu masih merokok.
A I dan II sahaja
B I, II dan III sahaja
C I, II dan IV sahaja
D II, III dan IV sahaja
27 I Aiman sedari dia perlu mengubah sikapnya jika ingin berjaya dalam pelajaran
II Zalina menyerahkan buku latihan karangannya kepada Cikgu Aina.
III Fatimah mengesahkan penyertaannya dalam acara lumba lari itu.
IV Kakak menjahit sehelai baju kurung berwarna merah untuk adik.
A I dan II sahaja
B III dan IV sahaja
C I, III dan IV sahaja
D II, III dan IV sahaja
Soalan 28 hingga soalan 30
Pilih peribahasa atau maksud peribahasa yang paling sesuai.
28 Peribahasa ini mengingatkan kita bahawa tiap- tiap pekerjaan yang dilakukan hendaklah sesuai dengan kemampuan kita sendiri.
Peribahasa yang sesuai dengan maksud di atas ialah
A ukur baju di badan sendiri
B tepuk dada tanya selera
C alah membeli, senang memakai
D alah bias tegal biasa
29
Pilih peribahasa yang sesuai bagi menggambarkan situasi dalam penyataan di atas.
A Sikit – sikit lama jadi bukit
B Cencaru makan petang
C Sirih pulang ke gagang
D Durian runtuh
30 Ayu sedar akan pengorbanan bapanya yang terpaksa bekerja keras setiap hari untuk menampung perbelanjaan keluarga yang semakin bertambah sementelahan dia perlu menjalani rawatan hemodialysis setiap minggu.
Keadaan di atas diibaratkan
A sudah semacam besar pasak daripada tiang
B air tenang jangan disangka tiada buaya
C berat mata memandang berat lagi bahu yang memikul
D bagai kerakap tumbuh di batu, hidup segan mati tak mahu
Soalan 31 hingga soalan 35
Baca sajak di bawah ini dengan teliti, kemudian jawab soalan-soalan yang berikut.
Diari Lama
Di halaman diari ini aku amati selembar
tulisan
tentang perjuangan-bertitis air mata
mengalir
namun tak sederas darah yang tertumpah.
Di naungan panji yang megah
kutegakkan cinta dan kasih sayang
anak bertuah bumi merdeka
pada semarak ulang tahun
diulit riang bersalut hiba
Dataran Merdeka menyambut suka
gagah perbarisan anak-anak Malaysia
menghayun langkah menongkah persada
riang di naungan nusa, makmur setiap ketika
sampai bila- bila
( Dipetik daripada antologi Kasut Kelopak Jantung, Tingkatan 1, terbitan Dewan Bahasa Pustaka)
31 Bilakan penyajak membaca kembali catatan pada diari lamanya?
A Ketika dia keseorangan dan kesunyian
B Ketika sambutan ulang tahun kemerdekaan negara.
C Ketika pejuang bersedih dan menangis
D Ketika semua pejuang tumpas dalam perjuangan menuntut kemerdekaan
32 Apakah harapan penyajak tentang negara ini?
A Sentiasa dihiasi panji-panji yang megah
B Rakyat akan terus berasa bertuah
C Sambutan ulang tahun diadakan setiap tahun
D Kemakmuran berkekalan selama-lamanya
33
Unsur gaya bahasa yang terdapat dalam baris sajak di atas ialah
A Simile B Metafora
C Sinkope D Paradoks
34 Sajak itu bernada
A Patriotik B Sinis
C Protes D Melankolik
35 Pengajaran-pengajaran yang terdapat dalam sajak “ Diari Lama” ialah
I
Generasi muda hendaklah mengenang jasa pejuang kemerdekaan.
II Kita hendaklah merayakan sambutan ualang tahun kemerdekaan dengan keinsafan
III Rakyat hendaklah berusaha untuk mengekalkan kemakmuran negara.
IV Rakyat hrendaklah bangkit menentang kezaliman.
A I, II dan III
B I, III dan IV
C I, II dan IV
D I, II, III, dan IV
Soalan 36 hingga soalan 40
HAJI PAKIR : Tidak, Cik Aji. Anak yang baru lahir itu ibarat kain putih yang bersih.
Ibubapanyalah yang bertanggungjawab mencorakkan dan mewarnakan kain putih itu. Saya baru sedar, Cik Aji, bahawa apa yang saya lakukan selama ini adalah salah sama sekali. Melentur buluh kata orang perlu dari rebungnya. Tapi bila rebungnya sudah menjadi buluh dan buluh itu sudah menjadi kukuh berdiri, tidak akan dilenturkan lagi.!
HAJAH DERISAH : Saya masih tak faham maksud awak, BANG Aji!
HAJI PAKIR : ( Perlahan- lahan ) Cik Aji! Kepada anak seorang itu saya tumpahkan sepenuh kasih sayang saya! Saya turut cakapnya. Seperti awak juga. Kerana anak seorang itu saya curahkan segala- galanya! Tapi saya lupa, Cik Aji,bahawa tanpa didikan yang sewajarnya, jangan haraplah rebung itu akan dapat dilentur!
HAJAH DERISAH : Awak maksudkan anak awak tu?
HAJI PAKIR : Ya, anak kita seorang itulah!
HAJAH DERISAH : Apa salahnya dia, Bang Aji?
HAJI PAKIR : Awak tanya apa salahnya dia, Cik Aji? Kalau anak terlalu diberi muka inilah jadinya. Anak itu akan memijak kepala orang tua.
HAJAH DERISAH : Maksud awak, Si Rohani tu?
( Dipetik daripada antologi, Kasut Kelopak Jantung,
Drama Arah ke Mana. Terbitan Dewan Bahasa dan Pustaka)
36 Apakah yang dimaksudkan dengan ungkapan “ tidak akan dilenturkan lagi!” dalam petikan drama di atas?
A Enggang melentur lagi
B Tiada harapan dibentuk lagi
C Tidak boleh digunakan lagi
D Sudah rosak
37 Apakah masalah yang sedang dihadapi oleh Haji Pakir dan Hajah Derisah berdasarkan dialog dalam petikan drama di atas?
A Hajah Derisah tidak faham percakapan Haji Pakir
B Haji pakir sedang menyalahkan isterinya
C Anak Haji Pakir dan Hajah Derisah bermasalah
D Ketiadaan wang untuk membayar yuran persekolahan Rohani
38 Antara dialog yang berikut, yang manakah mengandungi unsur gaya bahasa simile?
A kalau anak terlalu diberi muka inilah jadinya
B Melentur buluh kata orang biar dari rebungnya
C Anak itu akan memijak kepala orang tua
D Anak yang baru lahir itu ibarat kain putih yang bersi
39 Apakah pemikiran drama di atas?
A Gejala penyalahgunaan najis dadah mendatangkan akibat buruk sehingga menyebabkan kehilangan nyawa.
B Keretakan rumah tangga menyebabkan anak menanggung akibat dan hidup tidak berpedoman.
C sikap ibu bapa yang terlalu mengongkong anak- anak sehingga anak- anak memberontak.
D Pendidikan agama yang tidak dipentingkan dalam kalangan generasi tua dan muda masa kini.
40 Persoalan-persoalan berikut terungkap dalam drama “ Arah ke Mana”, kecuali
A Persoalan tentang kasih sayang yang keterlaluan terhadap anak tunggal menyebabkan anak tersasar.
B Persoalan tentang suratan takdir tidak dapat ditolak
C Persoalan tentang keretakan rumah tangga yang mendatangkan kesan terhadap anak.
D Pendidikan agama yang tidak dipentingkan dalam kalangan generasi tua dan muda masa kini.
Wednesday, September 22, 2010
Pertabalan Raja

PERTABALAN RAJA
YANG DI PERTUAN AGONG
Gelaran Yang di-Pertuan Agong merupakan gelaran rasmi ketua negara Malaysia. Gelaran rasmi yang penuh adalah Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong.
Oleh sebab Malaysia mengamalkan sistem raja berperlembagaan, peranan Yang di-Pertuan Agong kebanyakannya hanyalah sebagai istiadat. Perlembagaan menyatakan dengan jelas bahawa kuasa eksekutif, secara teorinya di bawah kuasa ketua negeri, dilaksanakan oleh (atau dengan nasihat) Kabinet diketuai oleh Perdana Menteri.
Yang di-Pertuan Agong sekarang ialah Sultan Mizan Zainal Abidin ibni AlMarhum Sultan Mahmud Al-Muktafi Billah Shah Al-Haj dari Terengganu.
LANTIKAN
Ciri yang unik di seluruh dunia dalam sistem pemerintahan beraja Malaysia, jawatan ini digilirkan setiap lima tahun antara sembilan Pemerintah Negeri Melayu.
Apabila menjawat jawatan Yang di-Pertuan Agong, seorang kerabat diraja akan dilantik sebagai Pemangku dalam negeri tersebut.
SEJARAH
Jawatan Yang di-Pertuan Agong diwujudkan hasil daripada Suruhanjaya Reid yang merangka Perlembagaan Persekutuan.Cadangan jawatan Yang Dipertuan Agong timbul berikutan tentangan terhadap penubuhan Malayan Union yang dilihat ingin menghapuskan Institusi Raja-Raja Melayu.
Pada Ogos 1957, setelah memilih gelaran Yang di-Pertuan Agong dan menolak gelaran Yang di-Pertuan Besar yang dicadangkan sebelum itu, Majlis Raja-Raja telah bersidang untuk mengundi pemegang takhta yang pertama.
Jika menurut tempoh lama memerintah, Major-Jeneral Sultan Ibrahim ibni Sultan Abu Bakar (Sultan Johor), yang dilantik menjadi pada tahun 1895, merupakan sultan yang paling lama memerintah, tetapi baginda menolak perlantikan tersebut disebabkan telah lanjut usia (ketika itu baginda berusia 84 tahun).
Yang kedua dalam turutan, Sultan Sir Abu Bakar Riayatuddin Al-Muadzam Shah ibni Almarhum Sultan Abdullah Al-Mutassim Billah Shah (Sultan Pahang), yang memerintah pada tahun 1932, tidak mendapat mandat secukupnya untuk dilantik. Yang lama memerintah seterusnya, Tuanku Abdul Rahman ibni Almarhum Tuanku Muhammad dari Negeri Sembilan, yang menaiki takhta pada tahun 1933, kemudiannya telah dilantik.
Raja-raja yang hadir ketika pertabalan pertama adalah:
Sultan Sir Abu Bakar Riayatuddin Al-Muadzam Shah ibni Almarhum Sultan Abdullah Al-Mutassim Billah Shah (Sultan Pahang; 1932-1974)
Tuanku Abdul Rahman ibni Almarhum Tuanku Muhammad (Yang di-Pertuan Besar Negeri Sembilan; 1933-1960)
Al-Marhum Sultan Hisamuddin Alam Shah Al-Haj ibni Almarhum Sultan Alaeddin Sulaiman Shah (Sultan Selangor; 1938-1942, 1945-1960)
Sultan Badlishah ibni Almarhum Sultan Abdul Hamid Halim Shah (Sultan Kedah; 1943-1958)
Sultan Ibrahim Petra ibni Almarhum Sultan Muhammad IV (Al-Sultan Kelantan; 1944-1960)
Tuanku Syed Putra ibni Almarhum Syed Hassan Jamalullail (Raja Perlis; 1945-2000)
Sultan Ismail Nasiruddin Shah ibni Almarhum Sultan Zainal Abidin III (Sultan Terengganu; 1945-1979)
Sultan Yusuf Izzudin Shah ibni Almarhum Sultan Abdul Jalil Nasruddin Shah (Sultan Perak; 1948-1963)
Tunku Ismail ibni Sultan Sir Ibrahim (Tunku Mahkota Johor; menjadi Sultan 1959-1981)
GILIRAN NEGERI
Sistem penggiliran jawatan Yang di-Pertuan Agong setiap lima tahun dianggap unik. Ini kerana ia menggabungkan tradisi feudal berasaskan keturunan darah dengan konsep moden berasaskan perlembagaan.
Malaysia satu-satunya negara di dunia yang mengamalkan sistem penggiliran ketua negara.
Sistem penggiliran hanya diberikan kepada Raja-Raja Melayu dari negeri yang dulunya dikenali Negeri-Negeri Melayu Bersekutu dan Negeri Melayu tidak bersekutu.
Negeri Bersekutu terdiri daripada Perak, Negeri Sembilan, Selangor dan Pahang. Manakala Negeri Melayu tidak bersekutu Perlis, Kedah, Kelantan, Terengganu dan Johor. Sementara itu Melaka, Pulau Pinang, Sabah dan Sarawak tidak berpeluang walaupun mereka menganggotai Majlis Raja-Raja.
Selepas kitaran pertama sembilan Yang di-Pertuan Agong (1957-1994), aturan menurut Pemerintah negeri adalah menurut kitaran yang telah digunakan sebelum itu, iaitu:
Negeri Sembilan
Selangor
Perlis
Terengganu
Kedah
Kelantan
Pahang
Johor
Perak
Yang di-Pertuan Agong akan melantik sebagai istiadat iaitu Yang di-Pertua Negeri, atau Gabenor, kepada 4 buah negeri Pulau Pinang, Melaka, Sabah and Sarawak. Yang di-Pertuan Agong yang ke-13 (sekarang) adalah Sultan Mizan Zainal Abidin ibni AlMarhum Sultan Mahmud Al-Muktafi Billah Shah Al-Haj dari Terengganu
FAKTOR PEMILIHAN
Pemilihan Yang di-Pertuan Agong berdasarkan kepada sistem giliran yang telah ditetapkan.
Terdapat beberapa faktor yang akan dipertimbangkan oleh Majlis Raja-Raja melalui undi rahsia bagi menentukan pengganti bagi jawatan Yang di-Pertuan Agong seterusnya.
Syarat yang akan diambil kira ialah:
Kekananan di kalangan Sultan dan Raja;
Baginda berkenan untuk menjadi Agong;
Tidak mengalami kelemahan atau ketidak upayaan mental;
Merupakan Raja yang berada di kedudukan teratas;
Mendapat sokongan sekurang-kurangnya lima Raja lain;
Dan bukan seseorang yang telah memegang jawatan Yang di-Pertuan Agong selama dua penggal berturut-turut.
Faktor lain ialah usia dan tempoh masa pemerintahan dan kalau kita lihat daripada aspek status atau peranan yang dimainkan oleh Yang Dipertua usia dan tempoh masa pemerintahan seseorang Raja di sesebuah negeri amat penting kerana apabila baginda telah menjalankan pemerintahan dalam tempoh yang lama ini dapat menggambarkan kematangannya terhadap cara pemerintahan.
SENARAI YANG DI PERTUAN AGONG
Raja-raja berikut pernah menjadi Yang di-Pertuan Agong sebelum ini:
Tuanku Abdul Rahman ibni Almarhum Tuanku Muhammad dari Negeri Sembilan, diputerakan pada 1895, memerintah pada 1957-1960, mangkat ketika memerintah pada 1 April 1960.
Sultan Hisamuddin Alam Shah Al-Haj ibni Almarhum Sultan Alaeddin Sulaiman Shah dari Selangor, diputerakan pada 1898, memerintah pada 1960, mangkat ketika memerintah pada 1 September 1960.
Tuanku Syed Putra ibni Almarhum Syed Hassan Jamalullail dari Perlis, diputerakan pada 1920, memerintah pada 1960-1965, mangkat pada 2000
Sultan Ismail Nasiruddin Shah ibni Almarhum Sultan Zainal Abidin III dari Terengganu, diputerakan pada 1907, memerintah pada 1965-1970, mangkat pada 1979
Tuanku Al-Mutassimu Billahi Muhibbudin Sultan Abdul Halim Al-Muadzam Shah ibni Almarhum Sultan Badlishah dari Kedah, diputerakan pada 1924, memerintah pada 1970-1975
Sultan Yahya Petra ibni Almarhum Sultan Ibrahim Petra dari Kelantan, diputerakan 1917, memerintah pada 1975-1979, mangkat ketika memerintah pada 29 Mac 1979
Sultan Haji Ahmad Shah Al-Mustain Billah ibni Almarhum Sultan Sir Abu Bakar Riayatuddin Al-Muadzam Shah dari Pahang, diputerakan pada 1930, memerintah pada 1979-1984
Baginda Almutawakkil Alallah Sultan Iskandar Al-Haj ibni Almarhum Sultan Ismail dari Johor, diputerakan pada 1932, memerintah pada 1984-1989
Sultan Azlan Muhibbudin Shah ibni Almarhum Sultan Yusuff Izzudin Shah Ghafarullahu-lahu dari Perak, diputerakan pada 1928, memerintah pada 1989-1994
Tuanku Jaafar ibni Almarhum Tuanku Abdul Rahman dari Negeri Sembilan, diputerakan pada 1922, memerintah pada 1994-1999, mangkat pada 27 Disember 2008
Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah ibni Almarhum Sultan Hisamuddin Alam Shah Al-Haj dari Selangor, diputerakan 1922, memerintah pada 1999-2001, mangkat ketika memerintah pada 4 Disember 2001
Tuanku Syed Sirajuddin ibni Almarhum Syed Putra Jamalullail dari Perlis, diputerakan 1943, memerintah pada 2001-2006
Sultan Mizan Zainal Abidin ibni AlMarhum Sultan Mahmud Al-Muktafi Billah Shah Al-Haj dari Terengganu, diputerakan 1962, memerintah pada 2006-sehingga kini.
KEBAIKAN SISTEM
Hanya yang terpilih sahaja boleh dipilih iaitu menurut darah keturunan tetapi didalamnya itu tersemat dan tersisip peraturan yang bercorak demokrasi moden iaitu pemilihan secara moden.
Keunikan tradisinya sejak 1957 , kuasa yang dimiliki oleh Yang di-Pertuan Agong mengatasi segala Raja-Raja Melayu sepanjang tempoh perlantikannya.
Jika dibandingkan dengan England, Ratu Elizabeth II, baginda tak seunik Malaysia kerana ia datang dari 1 keluarga sahaja. Tetapi uniknya Malaysia ia datang dari 9 Sultan yang memerintah Negeri-Negeri Melayu.
Saturday, September 18, 2010
BM2
PMR - Bahasa Melayu - Test 2
JAWAP SEMUA SOALAN
Soalan 1 hingga Soalan 7
Lengkapkan ayat-ayat di bawah dengan memilih jawapan yang paling sesuai.
1 Seseorang teman yang baik tidak akan membiarkan sahabatnya ___________ ke kancah maksiat.
* terjerumus
* terperosok
* termusnah
* terikut
2 Kawasan pedalaman di Sabah hanya boleh ___________ melalui jalan sungai sahaja.
* dilalui
* dihubungi
* disusun
* direntas
3 ___________ Ustaz Wan Sulaiman dalam bidang agama memang diakui dan disegani oleh masyarakat tempatan.
* Kebolehan
* Kecekapan
* Kegigihan
* Kearifan
4 Golongan remaja semakin lupa akan budaya ketimuran yang selama ini menjadi ___________ generasi terdahulu.
* kehebatan
* kesukaran
* kebanggaan
* kesenangan
5 Pelbagai usaha yang dijalankan oleh pihak kerajaan untuk memupuk minat membaca dalam kalangan rakyat masih belum mencapai ___________ yang membanggakan.
* tahap
* aras
* paras
* tingkat
6. Saban petang Mak Limah ………………… bakul yang berisi sayuran untuk dijual pada
keesokan harinya.
* mengangkat
* menjunjung
* menjinjing
* memikul
7 Sampah sarap ___________ di Stadium Bukit Jalil setelah sambutan malam tahun baru berlangsung malam tadi.
* berterbangan
* bergelimpangan
* berhamburan
* bertaburan
JAWAP SEMUA SOALAN
Soalan 1 hingga Soalan 7
Lengkapkan ayat-ayat di bawah dengan memilih jawapan yang paling sesuai.
1 Seseorang teman yang baik tidak akan membiarkan sahabatnya ___________ ke kancah maksiat.
* terjerumus
* terperosok
* termusnah
* terikut
2 Kawasan pedalaman di Sabah hanya boleh ___________ melalui jalan sungai sahaja.
* dilalui
* dihubungi
* disusun
* direntas
3 ___________ Ustaz Wan Sulaiman dalam bidang agama memang diakui dan disegani oleh masyarakat tempatan.
* Kebolehan
* Kecekapan
* Kegigihan
* Kearifan
4 Golongan remaja semakin lupa akan budaya ketimuran yang selama ini menjadi ___________ generasi terdahulu.
* kehebatan
* kesukaran
* kebanggaan
* kesenangan
5 Pelbagai usaha yang dijalankan oleh pihak kerajaan untuk memupuk minat membaca dalam kalangan rakyat masih belum mencapai ___________ yang membanggakan.
* tahap
* aras
* paras
* tingkat
6. Saban petang Mak Limah ………………… bakul yang berisi sayuran untuk dijual pada
keesokan harinya.
* mengangkat
* menjunjung
* menjinjing
* memikul
7 Sampah sarap ___________ di Stadium Bukit Jalil setelah sambutan malam tahun baru berlangsung malam tadi.
* berterbangan
* bergelimpangan
* berhamburan
* bertaburan
BM1
PMR - Bahasa Melayu - Test 1
Soalan 1 hingga soalan 6 (Baca petikan di bawah dengan teliti dan kemudian jawab soalan-soalan berikutnya.)
Pokok hiasan digubah bentuknya sejak beratus-ratus tahun yang lampau di Mesir dan China. Masyarakat di negara tersebut telah berjaya mengkatikkan pokok untuk menjadi hiasan taman. Hiasan ini amat popular dengan panggilan bonsai.
Menurut pakar bonsai Britain, Peter D Adams, bonsai turut menjadi kegilaan masyarakat di negara Jepun sekitar 1300 Masihi. Mereka menceduk idea seni halus tumbuhan dari Negara China ini dengan melakukan pengubahsuaian hiasan bagi menghasilkan suatu penghasilan yang lebih bernilai.
Hingga kini minat untuk mengkatikkan pokok sudah merebak ke seluruh dunia. Masyarakat di tiap-tiap negara di dunia menggunakan pokok tempatan di negara mereka dengan mengubahnya agar kelihatan unik dan menarik. Oleh itu terdapat pelbagai cara dilakukan termasuk menghasilkan pokok hiasan alam bonsai dengan mengawal selia dan melakukan cantasan daun dalam bentuk topiari sekiranya pokok pilihan tidak sesuai dikatikkan.
Bonsai yang bernilai tinggi lebih berasaskan kepada saiz yang kecil, ditanam dalam pasu, keunikan bentuk batang dan dahannya, susunan rantingnya, akar yang diproses semula, dan pokok hiasan tersebut digabungkan dengan gubahan batu yang memiliki keindahan yang tersendiri. Hal ini bermakna, penghasilan bonsai berjaya dilakukan dengan teknik yang tersendiri yang membabitkan usaha mendapatkan baka pokok, pemotong akar, jenis tanah, kaedah penyiraman, pembajaan, cantasan, mencipta bentuk batang dan menyediakan ruang yang sesuai, dan cara untuk mengawal penyakit serta perosak.
Untuk mendapatkan pokok bonsai hiasan, langkah pertama yang harus dilakukan oleh peminat bonsai ialah memungut pokok biasa yang dianggap sesuai untuk dikatikkan. Pokok yang terserlah keindahannya oleh unsur alam perlulan diberikan keutamaan. Pokok-pokok ini boleh digali dengan menggunakan peralatan seperti sudip, cangkul, gergaji, pemangkas, gunting Jepun, karung plastik atau guni, bekas semburan air, dan tali. Pasu yang cantik pula akan dapat menyerlahkan pokok yang dikatikkan. Pasu yang digunakan mestilah mempunyai sekurang-kurangnya satu lubang pengairan supaya tanah tidak mengekalkan kelembapannya yang berterusan. Hal ini kerana air yang bertakung akan menyebabkan akar pokok mudahdiserang penyakit dan mengalami proses pereputan.
Selain itu, penggunaan 70 peratus tanah campuran pasir kerikil dengan 30 peratus bahan organik yang dihasilkan daripada daun reput adalah juga diperlukan. Namun demikian, kesesuaian spesies pokok perlu juga diambil kira dalam mendapatkan pokok hiasan bonsai ini.
1. Apakah yang dimaksudkan dengan bonsai?
* Mengubah pokok asal dengan tujuan menjadikannya kelihatan menarik.
* Gubahan pokok hiasan batu yang direka cipta di dalam pasu bunga.
* Mengkatikkan pokok bagi menghasilkannya sebagai hiasan taman yang lebih bernilai.
* Mengubah pokok dengan cara melakukan cantasan daun dalam bentuk topiari yang lebih menarik.
2. Mengapakah bonsai kini begitu diminati di seluruh dunia?
* Kerana kos menghasilkannya murah.
* Kerana proses penjagaannya mudah.
* Kerana bentuknya unik dan menarik
* Kerana pokok hiasan menjadi lebih bernilai.
3. Menghasilkan pokok hiasan bonsai memerlukan langkah-langkah yang berikut kecuali.
* Memungut pokok yang sesuai untuk dikatikkan.
* Menyimen pokok hiasan di dalam pasu supaya teguh.
* Mencampurkan 70 peratus tanah berpasir dengan 30 peratus bahan organik.
* Membina lubang pengaliran air di dalam pasu yang cantik bagi menyerlahkan kecantikan pokok.
4. Kriteria yang paling utama untuk memilih pokok yang hendak dikatikkan ialah
* Melihat saiz pokok yang keci
* Keunikan bentuk batang dan dahannya.
* Melihat susunan ranting yang banyak.
* Pokok terserlah keindahannya oleh unsur alam.
5. Dari manakah masyarakat Jepun mendapat idea untuk menghasilkan pokok hiasan ala bonsai?.
* China
* Mesir
* Britain
* Mesir dan China.
6. Apakah tajuk yang paling sesuai bagi petikan di atas?
* Seni Reka Hiasan Taman
* Pokok Hiasan Bonsai.
* Asal Usul Tanaman Bonsai.
* Cara-cara Menghasilkan Bonsai.
Soalan 7 hingga soalan 12
Baca petikan di bawah dengan teliti dan kemudian jawab soalan-soalan berikutnya.
ANGIN:
(Tersenyum lebar) Kau ketinggalan zaman rupanya. (Ketawa besar) Bukankah zaman sekarang orang pakai washing machine yang boleh mengeringkan terus pakaian? (Mengejek) dan apa perlunya kau itu lagi?
MATAHARI:
(Marah bukan main) Cis! Angin. Kau pun apa kurangnya? Kau seperti lupa bahawa zaman sekrang tidak perlu ada kau lagi. Untuk mendinginkan tubuh manusia, mereka telah mencipta kipas angin dan penyaman udara!.
ANGIN:
Ahhhhh, bagaimana kalau penyaman udara mereka rosak? (Mengejek sinis) Tentu mereka akan menganggil aku. “Wahai angin datanglah kau! Duhai angin berhembuslah……(Tersenyum lebar) Datanglah bertiup sepoi-sepoi bahasa, agar kami merasa nikmatnya.”
MATAHARI:
Kau hanya berangan-angan Angin! (Mengejek jijik) Kau jangan lupa jika pakaian mereke lembap, mereka juga akan memanggil aku kau tahu? (Menyindir) lalu mereka pun berkata dan merayu kepadaku, “Wahai Matahari. Muncullah segera engkau mengeringkan pakaianku. Muncullah Matahari, Matahariku tersayang!”
ANGIN:
(Gelak-gelak mengejek) Nampaknya antara kita…,.tidak ada sesiapa pun yang mahu mengalah. Kita perlu beradu nasib. Aku cadangkan, satu pertandingan yang khsus perlu dlangsunkan. Dan kita mesti memanggil saksi-saksi serta panel hakim bagi penentuan. (Tersenyum lebar).
MATAHARI:
(Mengangguk) Cadanganmu baik sekali! Dan aku terima cabaranmu itu! Sudahlah Angin … Memang dasar kamu begitu. Bila baik semuanya hakmu. Tapi kau jangan pula lupa, akibat kau juga manusia bergaduh!, Ya, mereka mengatakan adanya khabarkhabar angin membuatkan fitnah berleluasa! Tapi tidak ada pula khabar matahari yang mengadu dombkan manusia. Betul tak? (Menuding jarinya kepada Angin)
ANGIN:
(Marah semula dengan meninggikan suaranya) Hei, Matahari! Kau masih berdegil ya. Nanti aku akan panggil temah setiaku ribut untuk menghapuskan kamu semua. Baru padan muka kau itu…..(ketawa bangga).
MATAHARI:
(Memandang ke arah penonton semua) Wahai manusia, siapakah yang kamu mahu rapati. Aku atau angin? (Suara lantang)
SUARA LATAR:
(Suara ramai dari bawah) kami mahukan Angin……kerana kami sangat kepanasan!
MATAHARI:
Celaka kalian manusia. Kepanasan yang kamu alami itu bukan kerana panahan sinar kami…………Sebenarnya kehangatanmu itu adlah akibat pollition (Geram ) Baiklah …… jika kalian hendak merakasana penanganku, nah terimalah ini habuan kalian semua (ketawa berdekah-dekah).
SUARA LATAR:
Aduh……………..panasnya! Panas terik begini bagaikan dalam neraka jahanam? (Suara bergema)
MATAHARI:
(Ketawa kuat) rasakanlah …………Mintalah pertolongan daripada sahabat baikmu itu! (Ketawa lagi).
SUARA LATAR:
(Merayu) Wahai Angin, datanglah Angin, tolong aku, tolong! Matahari mengganggu aku.
ANGIN:
Kau dengar tak Matahari? Dengan itu! Bukankah manusia memanggil aku? Meminta jasa baik aku! Sebaliknya mereka membenci kau. (Menyampah).
7. Mengapakah angin merasakan bahawa dirinya disanjung oleh manusia?
* Manusia memerlukan angin dalam kehidupan
* Manusia memuja angin melalui lagu dan puisi.
* Manusia berasa gembira apabila angin bertiup
* Manusia sentiasa menantikan kehadiran angin
8. Matahari dikatakan selalu menyusahkan manusia kerana
* Menyebabkan aktiviti manusia terjejas.
* Menyebabkan kebakaran apabila musim kering.
* Menyebabkan kehidupan manusia kurang selesa.
* Menyebabkan manusia berpeluh apabila bersinar.
9. Pertelagahan Angin dan Matahari dapati disamakan dengan
* Sudah dapat gading bertuah, tanduk tidak berguna lagi.
* Ingat sementara belum kena, jimat sementara belum habis.
* Orang lain yang makan nangka, orang lain yang kena getah
* Gajah sama gajah berjuang, pelanduk mati di tengah-tengah.
10. Latar masa pertelingkahan antara angin dan matahari berlaku pada
* waktu tengah hari
* waktu tengkujuh
* waktu kemarau
* musim panas
11.Apakah pengajaran paling tepat yang diperoleh daripada petikan tersebut?
* Setiap kejadian mempunyai kelebihan dan kekurangan.
* Jangan mendabik dada dengan keistimewaan yang dimilikki.
* Hidup perlu saling membantu untuk mendapatkan keberkatan.
* Membesar-besarkan diri sendiri merupakan perbuatan yang keji.
12. Bagaimanakah keadaan bumi sekiranya Angin dan Matahari terus
mempertahankan kelebihan masing-masing?
* Ekologi alam terganggu
* Keamanan bumi terjejas
* Bumi mengalami kemusnahan
* Berlaku bencana alam yang dahsyat.
Soalan 13 hingga soalan 18 (Baca petikan dibawah dengan teliti dan kemudian jawab soalan-soalan
berikutnya)
Setelah hari siang, maka baginda pun terkejut daripada beradu. Maka dicium baginda tubuhnya baunya narwatu, dan dilihat baginda kalamnya pun seperti sudah khatan. Maka pada hati Raja kecil besar, “bahawa aku ini bermimpi rupanya, bukannya setan”.
Maka mulut baginda pun menyebut kalimah syahadat, tiada berhenti lagi. Maka segala dayang-dayang di dalam istana baginda pun hairanlah mendengar yang disebut raja itu. Maka kata raja perempuan, “Entah kena setan gerangan raja ini, atau gilakah gerangannya? Baik kita segera beritahu bendahara”.
Maka dayang-dayang pun pergi memberitahu bendahara. Maka ia pun segera datang lalu masuk ke dalam istana. Maka dlihat Bendahara, raja belum berhenti menyebut kalimah syahadat. Maka sembah Bendahara, “Bahasa mana yang dsebut raja ini?”.
Maka titah raja, “semalam beta bermimpi, berpandangan dengan keelokan hadiat Nabi s.a.w.”
Maka segala mimpi baginda itu semuanya dikatakannya pada Bendahara. Maka sembah Bendahara, “jikalau benar mimpi raja, apa alamatnya?.
Maka kata raja, “alamatnya kalam beta seperti dikhatankan orang, itulah tanda sah beta bermimpi Rasulullah Salallahu alahi wasallam. Lagi sabda junjungan pada hamba, “Asar sekarang datang sebuah kapal dari Judah, turun orangnya lalu sembahyang di pantai Melaka ini,” katanya, “turut olehmu barang katanya.”
Maka bendahara pun hairanlah melihat kalam raja seperti dikhatankan orang rupanya. Maka kata bendahara. “Jikalau sungguh datang sebuah kapal asar ini benarlah mimpi raja itu: jikalau tiada, bahawa setanlah mengharu raja.”
Maka titah baginda, “Benarlah kata bapa hamba itu.”
Maka Bendahara pun kembalilah ke rumahnya.
(Dipetik daripada Antologi Sehijau Warna Daud)
13. Mengapakah Bendahara dipanggil ke istana?
* Untuk bertanyakan mimpi raja
* Untuk mentafsirkan mimpi raja
* Untuk mencari punca perubahan pada diri raja.
* Untuk mengembalikan ingatan Raja Kecil Besar.
14. Perubahan-perubahan yang berikut terjadi kepada Raja Kecil Besar selepas bermimpi bertemu dengan Rasulullah kecuali.
* Tubuhnya berbau narwastu.
* Kalamnya sudah terkhatan.
* Mulutnya sentiasa menyebut kalimah syahadat.
* Sentiasa termenung akibat memikirkan mimpinya.
15. Latar masa cerita di atas berlaku pada waktu
* Siang
* Malam
* Tengah malam.
* Subuh.
16. Apakah nama Raja Kecil Besar setelah memeluk agama Islam?
* Seri Amar Diraja
* Seri Nara Diraja
* Sultan Muhammad Syah.
* Sultan Ahmad Shah.
17. Penggunaan perkataan Nabi, Rasulullah dan Asar dalam petikan di atas adalah contoh bagi gaya bahasa
* Istana.
* Klasik.
* Arab.
* Simile.
18. Apakah kesudahan cerita Susur Galur Asal Usul Negeri Melaka?
* Raja Kecil digantikan oleh Bendahara.
* Raja Kecil Besar dan rakyatnya memeluk agama Islam.
* Rakyat Melaka beramai-ramai melihat Saiyid Abdul Aziz bersolat di tepi pantai Melaka.
* Saiyid Abdul Aziz menyebarkan agama Islam di kalangan rakyat Melaka
Soalan 19 hingga soalan 24 (Baca puisi tradisional di bawah dengan teliti dan kemudian jawab soalan-soalan berikutnya)
SYAIR TENAGA PEMUDA
Tenaga pemuda kalau diasuh,
Pimpin dan didik kotor dibasuh,
Tidaklah ia menjadi lusuh,
Amat berguna menentang musuh.
Tenaga pemuda memang terbilang,
Tenaga yang sedang gilang-gemilang,
Beban yang berat dapat dijulang,
Benda yang jauh dapat dijelang.
Tenaga pemuda tenaga bererti,
Tenaga yang berani menempah mati,
Tidak mengenal erti mati,
Hanya penuh kemahuan mesti.
Tenaga pemuda mestilah sayang,
Jangan dibiarkan lemah dan goyang,
Di waktu muda tenaga kencang,
Berani sampai berputih tulang.
Tenaga pemuda kalau dijaga,
Kelak akhirnya sangat berharga,
Tenaga yang menjadi harapan bangsa,
Gagah berani mempertahankan bangsa.
19. Apakah yang dimaksudkan oleh penyair dengan kotor dibasuh?
* Kelemahan diri dijauhi
* Kekuatan diri disatukan
* Hasad dengki perlu dijauhi
* Kekurangan diri diperbaiki
20. Mengapakah tenaga pemuda perlu dijaga?
* Supaya dapat memajukan ekonomi negara.
* Supaya dapat mempertahankan kedaulatan negara
* Supaya tidak terjebak dengan penyalahgunaan dadah
* Supaya tidak lemah dan mudah dipengaruhi oleh musuh negara.
21. Apakah tema yang bersesuaian dengan Syair Tenaga Pemuda?.
* Pedoman hidup untuk generasi muda.
* Nasihat kepada anak-anak muda
* Kepentingan menjaga tenaga pemuda.
* Tanggungjawab mendidik pemuda.
22. Antara yang berikut, yang manakah bukan persoalan yang terdapat dalam Syair Tenaga Pemuda?.
* Menghargai tenaga pemuda.
* Kekuatan tenaga pemuda.
* Kepentingan membimbing pemuda.
* Tanggungjawab mendidik pemuda.
23. Frasa kelak akhirnya sangat berharga pada rangkap akhir syair di atas ialah contoh bagi unsur gaya bahasa
* Inversi.
* Asonansi.
* Perlambangan
* Anafora
24. Semua yang berikut adalah benar entang bentuk Syair Tenaga Pemuda kecuali
* Syair ini mempunyai lima rangkap.
* Setiap rangkap mempunyai empat baris.
* Setiap baris terdiri daripada empat hingga lima patah perkataan.
* Jumlah suku kata yang terpanjang terdapat pada baris rangkap yang kedua.
Soalan 25 hingga Soalan 30 (Lengkapkan ayat-ayat di bawah dengan memilih perkataan yang paling sesuai)
25. Tuan Pengetua sentiasa memberikan …………. Tentang masalah disiplin pelajar ketika berucap pada perhimpunan pagi sekolah.
* Tumpuan
* Makluman
* Penjelasan
* Penekanan
26. Kain-kain yang diseterikanya itu …………. menjadi bertingkat-tingkat lalu disimpan di dalam almari.
* Disusun
* Dibuat
* Diatur
* Dilonggok
27. Agensi-agensi pelancongan yang ………… perjalanan ke tempat-tempat peranginan di negara ini diingatkan supaya tidak menipu pengguna dengan pakej yang ditawarkan.
* Menggerakkan
* Mengaturkan
* Menjalankan
* Merancangkan
28. Dawai telefon akan mengendur pada waktu panas dan akan ………… pada waktu sejuk.
* Mengecut
* Melebeh
* Meregang
* Mengembang
29. Semua maklumat yang diperoleh daripada pegawai penyiasat itu akan ………. terlebih dahulu sebelum tangkapan dilakukan.
* Dikaji
* Diamati
* Diperiksa
* Dipelajari.
30. Permainan tradisional patut diketengahkan supaya dapat ………… seni budaya bangsa.
* Mengaya
* Mengayai
* Memperkaya
* Memperkayai
Soalan 1 hingga soalan 6 (Baca petikan di bawah dengan teliti dan kemudian jawab soalan-soalan berikutnya.)
Pokok hiasan digubah bentuknya sejak beratus-ratus tahun yang lampau di Mesir dan China. Masyarakat di negara tersebut telah berjaya mengkatikkan pokok untuk menjadi hiasan taman. Hiasan ini amat popular dengan panggilan bonsai.
Menurut pakar bonsai Britain, Peter D Adams, bonsai turut menjadi kegilaan masyarakat di negara Jepun sekitar 1300 Masihi. Mereka menceduk idea seni halus tumbuhan dari Negara China ini dengan melakukan pengubahsuaian hiasan bagi menghasilkan suatu penghasilan yang lebih bernilai.
Hingga kini minat untuk mengkatikkan pokok sudah merebak ke seluruh dunia. Masyarakat di tiap-tiap negara di dunia menggunakan pokok tempatan di negara mereka dengan mengubahnya agar kelihatan unik dan menarik. Oleh itu terdapat pelbagai cara dilakukan termasuk menghasilkan pokok hiasan alam bonsai dengan mengawal selia dan melakukan cantasan daun dalam bentuk topiari sekiranya pokok pilihan tidak sesuai dikatikkan.
Bonsai yang bernilai tinggi lebih berasaskan kepada saiz yang kecil, ditanam dalam pasu, keunikan bentuk batang dan dahannya, susunan rantingnya, akar yang diproses semula, dan pokok hiasan tersebut digabungkan dengan gubahan batu yang memiliki keindahan yang tersendiri. Hal ini bermakna, penghasilan bonsai berjaya dilakukan dengan teknik yang tersendiri yang membabitkan usaha mendapatkan baka pokok, pemotong akar, jenis tanah, kaedah penyiraman, pembajaan, cantasan, mencipta bentuk batang dan menyediakan ruang yang sesuai, dan cara untuk mengawal penyakit serta perosak.
Untuk mendapatkan pokok bonsai hiasan, langkah pertama yang harus dilakukan oleh peminat bonsai ialah memungut pokok biasa yang dianggap sesuai untuk dikatikkan. Pokok yang terserlah keindahannya oleh unsur alam perlulan diberikan keutamaan. Pokok-pokok ini boleh digali dengan menggunakan peralatan seperti sudip, cangkul, gergaji, pemangkas, gunting Jepun, karung plastik atau guni, bekas semburan air, dan tali. Pasu yang cantik pula akan dapat menyerlahkan pokok yang dikatikkan. Pasu yang digunakan mestilah mempunyai sekurang-kurangnya satu lubang pengairan supaya tanah tidak mengekalkan kelembapannya yang berterusan. Hal ini kerana air yang bertakung akan menyebabkan akar pokok mudahdiserang penyakit dan mengalami proses pereputan.
Selain itu, penggunaan 70 peratus tanah campuran pasir kerikil dengan 30 peratus bahan organik yang dihasilkan daripada daun reput adalah juga diperlukan. Namun demikian, kesesuaian spesies pokok perlu juga diambil kira dalam mendapatkan pokok hiasan bonsai ini.
1. Apakah yang dimaksudkan dengan bonsai?
* Mengubah pokok asal dengan tujuan menjadikannya kelihatan menarik.
* Gubahan pokok hiasan batu yang direka cipta di dalam pasu bunga.
* Mengkatikkan pokok bagi menghasilkannya sebagai hiasan taman yang lebih bernilai.
* Mengubah pokok dengan cara melakukan cantasan daun dalam bentuk topiari yang lebih menarik.
2. Mengapakah bonsai kini begitu diminati di seluruh dunia?
* Kerana kos menghasilkannya murah.
* Kerana proses penjagaannya mudah.
* Kerana bentuknya unik dan menarik
* Kerana pokok hiasan menjadi lebih bernilai.
3. Menghasilkan pokok hiasan bonsai memerlukan langkah-langkah yang berikut kecuali.
* Memungut pokok yang sesuai untuk dikatikkan.
* Menyimen pokok hiasan di dalam pasu supaya teguh.
* Mencampurkan 70 peratus tanah berpasir dengan 30 peratus bahan organik.
* Membina lubang pengaliran air di dalam pasu yang cantik bagi menyerlahkan kecantikan pokok.
4. Kriteria yang paling utama untuk memilih pokok yang hendak dikatikkan ialah
* Melihat saiz pokok yang keci
* Keunikan bentuk batang dan dahannya.
* Melihat susunan ranting yang banyak.
* Pokok terserlah keindahannya oleh unsur alam.
5. Dari manakah masyarakat Jepun mendapat idea untuk menghasilkan pokok hiasan ala bonsai?.
* China
* Mesir
* Britain
* Mesir dan China.
6. Apakah tajuk yang paling sesuai bagi petikan di atas?
* Seni Reka Hiasan Taman
* Pokok Hiasan Bonsai.
* Asal Usul Tanaman Bonsai.
* Cara-cara Menghasilkan Bonsai.
Soalan 7 hingga soalan 12
Baca petikan di bawah dengan teliti dan kemudian jawab soalan-soalan berikutnya.
ANGIN:
(Tersenyum lebar) Kau ketinggalan zaman rupanya. (Ketawa besar) Bukankah zaman sekarang orang pakai washing machine yang boleh mengeringkan terus pakaian? (Mengejek) dan apa perlunya kau itu lagi?
MATAHARI:
(Marah bukan main) Cis! Angin. Kau pun apa kurangnya? Kau seperti lupa bahawa zaman sekrang tidak perlu ada kau lagi. Untuk mendinginkan tubuh manusia, mereka telah mencipta kipas angin dan penyaman udara!.
ANGIN:
Ahhhhh, bagaimana kalau penyaman udara mereka rosak? (Mengejek sinis) Tentu mereka akan menganggil aku. “Wahai angin datanglah kau! Duhai angin berhembuslah……(Tersenyum lebar) Datanglah bertiup sepoi-sepoi bahasa, agar kami merasa nikmatnya.”
MATAHARI:
Kau hanya berangan-angan Angin! (Mengejek jijik) Kau jangan lupa jika pakaian mereke lembap, mereka juga akan memanggil aku kau tahu? (Menyindir) lalu mereka pun berkata dan merayu kepadaku, “Wahai Matahari. Muncullah segera engkau mengeringkan pakaianku. Muncullah Matahari, Matahariku tersayang!”
ANGIN:
(Gelak-gelak mengejek) Nampaknya antara kita…,.tidak ada sesiapa pun yang mahu mengalah. Kita perlu beradu nasib. Aku cadangkan, satu pertandingan yang khsus perlu dlangsunkan. Dan kita mesti memanggil saksi-saksi serta panel hakim bagi penentuan. (Tersenyum lebar).
MATAHARI:
(Mengangguk) Cadanganmu baik sekali! Dan aku terima cabaranmu itu! Sudahlah Angin … Memang dasar kamu begitu. Bila baik semuanya hakmu. Tapi kau jangan pula lupa, akibat kau juga manusia bergaduh!, Ya, mereka mengatakan adanya khabarkhabar angin membuatkan fitnah berleluasa! Tapi tidak ada pula khabar matahari yang mengadu dombkan manusia. Betul tak? (Menuding jarinya kepada Angin)
ANGIN:
(Marah semula dengan meninggikan suaranya) Hei, Matahari! Kau masih berdegil ya. Nanti aku akan panggil temah setiaku ribut untuk menghapuskan kamu semua. Baru padan muka kau itu…..(ketawa bangga).
MATAHARI:
(Memandang ke arah penonton semua) Wahai manusia, siapakah yang kamu mahu rapati. Aku atau angin? (Suara lantang)
SUARA LATAR:
(Suara ramai dari bawah) kami mahukan Angin……kerana kami sangat kepanasan!
MATAHARI:
Celaka kalian manusia. Kepanasan yang kamu alami itu bukan kerana panahan sinar kami…………Sebenarnya kehangatanmu itu adlah akibat pollition (Geram ) Baiklah …… jika kalian hendak merakasana penanganku, nah terimalah ini habuan kalian semua (ketawa berdekah-dekah).
SUARA LATAR:
Aduh……………..panasnya! Panas terik begini bagaikan dalam neraka jahanam? (Suara bergema)
MATAHARI:
(Ketawa kuat) rasakanlah …………Mintalah pertolongan daripada sahabat baikmu itu! (Ketawa lagi).
SUARA LATAR:
(Merayu) Wahai Angin, datanglah Angin, tolong aku, tolong! Matahari mengganggu aku.
ANGIN:
Kau dengar tak Matahari? Dengan itu! Bukankah manusia memanggil aku? Meminta jasa baik aku! Sebaliknya mereka membenci kau. (Menyampah).
7. Mengapakah angin merasakan bahawa dirinya disanjung oleh manusia?
* Manusia memerlukan angin dalam kehidupan
* Manusia memuja angin melalui lagu dan puisi.
* Manusia berasa gembira apabila angin bertiup
* Manusia sentiasa menantikan kehadiran angin
8. Matahari dikatakan selalu menyusahkan manusia kerana
* Menyebabkan aktiviti manusia terjejas.
* Menyebabkan kebakaran apabila musim kering.
* Menyebabkan kehidupan manusia kurang selesa.
* Menyebabkan manusia berpeluh apabila bersinar.
9. Pertelagahan Angin dan Matahari dapati disamakan dengan
* Sudah dapat gading bertuah, tanduk tidak berguna lagi.
* Ingat sementara belum kena, jimat sementara belum habis.
* Orang lain yang makan nangka, orang lain yang kena getah
* Gajah sama gajah berjuang, pelanduk mati di tengah-tengah.
10. Latar masa pertelingkahan antara angin dan matahari berlaku pada
* waktu tengah hari
* waktu tengkujuh
* waktu kemarau
* musim panas
11.Apakah pengajaran paling tepat yang diperoleh daripada petikan tersebut?
* Setiap kejadian mempunyai kelebihan dan kekurangan.
* Jangan mendabik dada dengan keistimewaan yang dimilikki.
* Hidup perlu saling membantu untuk mendapatkan keberkatan.
* Membesar-besarkan diri sendiri merupakan perbuatan yang keji.
12. Bagaimanakah keadaan bumi sekiranya Angin dan Matahari terus
mempertahankan kelebihan masing-masing?
* Ekologi alam terganggu
* Keamanan bumi terjejas
* Bumi mengalami kemusnahan
* Berlaku bencana alam yang dahsyat.
Soalan 13 hingga soalan 18 (Baca petikan dibawah dengan teliti dan kemudian jawab soalan-soalan
berikutnya)
Setelah hari siang, maka baginda pun terkejut daripada beradu. Maka dicium baginda tubuhnya baunya narwatu, dan dilihat baginda kalamnya pun seperti sudah khatan. Maka pada hati Raja kecil besar, “bahawa aku ini bermimpi rupanya, bukannya setan”.
Maka mulut baginda pun menyebut kalimah syahadat, tiada berhenti lagi. Maka segala dayang-dayang di dalam istana baginda pun hairanlah mendengar yang disebut raja itu. Maka kata raja perempuan, “Entah kena setan gerangan raja ini, atau gilakah gerangannya? Baik kita segera beritahu bendahara”.
Maka dayang-dayang pun pergi memberitahu bendahara. Maka ia pun segera datang lalu masuk ke dalam istana. Maka dlihat Bendahara, raja belum berhenti menyebut kalimah syahadat. Maka sembah Bendahara, “Bahasa mana yang dsebut raja ini?”.
Maka titah raja, “semalam beta bermimpi, berpandangan dengan keelokan hadiat Nabi s.a.w.”
Maka segala mimpi baginda itu semuanya dikatakannya pada Bendahara. Maka sembah Bendahara, “jikalau benar mimpi raja, apa alamatnya?.
Maka kata raja, “alamatnya kalam beta seperti dikhatankan orang, itulah tanda sah beta bermimpi Rasulullah Salallahu alahi wasallam. Lagi sabda junjungan pada hamba, “Asar sekarang datang sebuah kapal dari Judah, turun orangnya lalu sembahyang di pantai Melaka ini,” katanya, “turut olehmu barang katanya.”
Maka bendahara pun hairanlah melihat kalam raja seperti dikhatankan orang rupanya. Maka kata bendahara. “Jikalau sungguh datang sebuah kapal asar ini benarlah mimpi raja itu: jikalau tiada, bahawa setanlah mengharu raja.”
Maka titah baginda, “Benarlah kata bapa hamba itu.”
Maka Bendahara pun kembalilah ke rumahnya.
(Dipetik daripada Antologi Sehijau Warna Daud)
13. Mengapakah Bendahara dipanggil ke istana?
* Untuk bertanyakan mimpi raja
* Untuk mentafsirkan mimpi raja
* Untuk mencari punca perubahan pada diri raja.
* Untuk mengembalikan ingatan Raja Kecil Besar.
14. Perubahan-perubahan yang berikut terjadi kepada Raja Kecil Besar selepas bermimpi bertemu dengan Rasulullah kecuali.
* Tubuhnya berbau narwastu.
* Kalamnya sudah terkhatan.
* Mulutnya sentiasa menyebut kalimah syahadat.
* Sentiasa termenung akibat memikirkan mimpinya.
15. Latar masa cerita di atas berlaku pada waktu
* Siang
* Malam
* Tengah malam.
* Subuh.
16. Apakah nama Raja Kecil Besar setelah memeluk agama Islam?
* Seri Amar Diraja
* Seri Nara Diraja
* Sultan Muhammad Syah.
* Sultan Ahmad Shah.
17. Penggunaan perkataan Nabi, Rasulullah dan Asar dalam petikan di atas adalah contoh bagi gaya bahasa
* Istana.
* Klasik.
* Arab.
* Simile.
18. Apakah kesudahan cerita Susur Galur Asal Usul Negeri Melaka?
* Raja Kecil digantikan oleh Bendahara.
* Raja Kecil Besar dan rakyatnya memeluk agama Islam.
* Rakyat Melaka beramai-ramai melihat Saiyid Abdul Aziz bersolat di tepi pantai Melaka.
* Saiyid Abdul Aziz menyebarkan agama Islam di kalangan rakyat Melaka
Soalan 19 hingga soalan 24 (Baca puisi tradisional di bawah dengan teliti dan kemudian jawab soalan-soalan berikutnya)
SYAIR TENAGA PEMUDA
Tenaga pemuda kalau diasuh,
Pimpin dan didik kotor dibasuh,
Tidaklah ia menjadi lusuh,
Amat berguna menentang musuh.
Tenaga pemuda memang terbilang,
Tenaga yang sedang gilang-gemilang,
Beban yang berat dapat dijulang,
Benda yang jauh dapat dijelang.
Tenaga pemuda tenaga bererti,
Tenaga yang berani menempah mati,
Tidak mengenal erti mati,
Hanya penuh kemahuan mesti.
Tenaga pemuda mestilah sayang,
Jangan dibiarkan lemah dan goyang,
Di waktu muda tenaga kencang,
Berani sampai berputih tulang.
Tenaga pemuda kalau dijaga,
Kelak akhirnya sangat berharga,
Tenaga yang menjadi harapan bangsa,
Gagah berani mempertahankan bangsa.
19. Apakah yang dimaksudkan oleh penyair dengan kotor dibasuh?
* Kelemahan diri dijauhi
* Kekuatan diri disatukan
* Hasad dengki perlu dijauhi
* Kekurangan diri diperbaiki
20. Mengapakah tenaga pemuda perlu dijaga?
* Supaya dapat memajukan ekonomi negara.
* Supaya dapat mempertahankan kedaulatan negara
* Supaya tidak terjebak dengan penyalahgunaan dadah
* Supaya tidak lemah dan mudah dipengaruhi oleh musuh negara.
21. Apakah tema yang bersesuaian dengan Syair Tenaga Pemuda?.
* Pedoman hidup untuk generasi muda.
* Nasihat kepada anak-anak muda
* Kepentingan menjaga tenaga pemuda.
* Tanggungjawab mendidik pemuda.
22. Antara yang berikut, yang manakah bukan persoalan yang terdapat dalam Syair Tenaga Pemuda?.
* Menghargai tenaga pemuda.
* Kekuatan tenaga pemuda.
* Kepentingan membimbing pemuda.
* Tanggungjawab mendidik pemuda.
23. Frasa kelak akhirnya sangat berharga pada rangkap akhir syair di atas ialah contoh bagi unsur gaya bahasa
* Inversi.
* Asonansi.
* Perlambangan
* Anafora
24. Semua yang berikut adalah benar entang bentuk Syair Tenaga Pemuda kecuali
* Syair ini mempunyai lima rangkap.
* Setiap rangkap mempunyai empat baris.
* Setiap baris terdiri daripada empat hingga lima patah perkataan.
* Jumlah suku kata yang terpanjang terdapat pada baris rangkap yang kedua.
Soalan 25 hingga Soalan 30 (Lengkapkan ayat-ayat di bawah dengan memilih perkataan yang paling sesuai)
25. Tuan Pengetua sentiasa memberikan …………. Tentang masalah disiplin pelajar ketika berucap pada perhimpunan pagi sekolah.
* Tumpuan
* Makluman
* Penjelasan
* Penekanan
26. Kain-kain yang diseterikanya itu …………. menjadi bertingkat-tingkat lalu disimpan di dalam almari.
* Disusun
* Dibuat
* Diatur
* Dilonggok
27. Agensi-agensi pelancongan yang ………… perjalanan ke tempat-tempat peranginan di negara ini diingatkan supaya tidak menipu pengguna dengan pakej yang ditawarkan.
* Menggerakkan
* Mengaturkan
* Menjalankan
* Merancangkan
28. Dawai telefon akan mengendur pada waktu panas dan akan ………… pada waktu sejuk.
* Mengecut
* Melebeh
* Meregang
* Mengembang
29. Semua maklumat yang diperoleh daripada pegawai penyiasat itu akan ………. terlebih dahulu sebelum tangkapan dilakukan.
* Dikaji
* Diamati
* Diperiksa
* Dipelajari.
30. Permainan tradisional patut diketengahkan supaya dapat ………… seni budaya bangsa.
* Mengaya
* Mengayai
* Memperkaya
* Memperkayai
Friday, September 17, 2010
Apitan meN…kan dan meN…i
Apitan meN…kan dan meN…i
Kata yang berapitan meN…kan dapat dibentuk dengan mengimbuhkan awalan meN- dan akhiran –kan pada kata dasarnya.
Apitan meN…kan boleh berubah bentuknya menjadi me…kan, mem…kan meng…kan, dan menge…kan bergantung kepada huruf pertama kata dasar yang diimbuhinya. Sila perhatikan contoh yang berikut.
Bentuk Contoh
Me…kan Merundingkan, memajukan
Mem…kan Memberikan, membuktikan
Men…kan Menjadikan, menjayakan
Meng…kan Menggayakan, mengunakan
Menge…kan Mengesyorkan, mengehadkan
Kata yang berapitan meN…i dapat dibentuk dengan mengimbuhkan awalan meN- dan akhiran -i pada kata dasarnya
Seperti juga apitan meN…kan, apitan meN…i boleh berubah bentuknya menjadi apitan me…i, mem…i, men…i, dan meng…i bergantung kepada huruf pertama kata dasar yang diimbuhinya.
Bentuk Contoh
Me…i Merindui, menaiki, memasuki
Mem…i Membanjiri, membasahi, membaiki
Men…i Menjalani, menjatuhi, menziarahi
Meng…i Mengubati, mengairi, mengekori
Tatabahasa : Apitan meN-...-kan dan meN-...-i
Nota
Kata yang berapitan meN…kan dapat dibentuk dengan mengimbuhkan awalan meN- dan akhiran –kan pada kata dasarnya.
Apitan meN…kan boleh berubah bentuknya menjadi me…kan, mem…kan meng…kan, dan menge…kan bergantung kepada huruf pertama kata dasar yang diimbuhinya. Sila perhatikan contoh yang berikut.
Bentuk Contoh
Me…kan Merundingkan, memajukan
Mem…kan Memberikan, membuktikan
Men…kan Menjadikan, menjayakan
Meng…kan Menggayakan, mengunakan
Menge…kan Mengesyorkan, mengehadkan
Kata yang berapitan meN…i dapat dibentuk dengan mengimbuhkan awalan meN- dan akhiran -i pada kata dasarnya
Seperti juga apitan meN…kan, apitan meN…i boleh berubah bentuknya menjadi apitan me…i, mem…i, men…i, dan meng…i bergantung kepada huruf pertama kata dasar yang diimbuhinya.
Bentuk Contoh
Me…i Merindui, menaiki, memasuki
Mem…i Membanjiri, membasahi, membaiki
Men…i Menjalani, menjatuhi, menziarahi
Meng…i Mengubati, mengairi, mengekori
Tatabahasa : Apitan meN-...-kan dan meN-...-i
Nota
Ujian Pengukuhan
Lengkapkan ayat di bawah dengan pilihan jawapan yang sesuai .
1. Sabit digunakan oleh para pesawah untuk _________ padi
A. menuai B. memotong C. mengerat D. mengambil
2. Untuk memperoleh tubuh badan yang sihat serta otak yang cerdas , kita memerlukan makanan yang _______
A. berzat B. bermutu C. seimbang D. berkhasiat
3. Setelah sekian lama _____ suka duka dalam hidupnya , kini beliau hidup selesa di samping keluarganya .
A. menjalani B. merasai C. melalui D. mengharungi
4. “ Baginda ____ dan kini sedang dirawat oleh ahli nujum negara , ” kata datuk Bendahara
A. beradu B. gering C. santap D. bersiram
5. ______ nya akan singgah di rumah neneknya untuk bertanya khabar , tetapi pada pagi yang malang itu , dia terus ke pejabat .
A. Tentu B. Lazim C. Ketika D. Mesti
6. Penduduk di kawasan tersebut terpaksa _______ air hujan di dalam tong dan tempayan untuk kegunaan harian setelah sekian lama keputusan bekalan air .
A. menyimpan B. mengambil C. menadah D. menahan
7. ______ faham antara mereka berlarutan sehingga bertahun-tahun lamanya .
A. Perselisihan B.Pertelingkahan C. Pertentangan D.Perbalahan
8. Amat sukar baginya membuat pilihan ________ hendak menerima tawaran tersebut _______ meneruskan pelajarannya di sekolah yang sama .
A. entah......entah B. sama ada ...... ataupun
C. bukan sahaja ...... sedangkan D. sedangkan .... tetapi juga
9. Api yang ________ tinggi itu dapat dipadamkan dengan bantuan pihak bomba
A. menaik B. menjulang C. melambung C. menyala
10. _______ abangnya yang berpendidikan tinggi itu tidak diterima menjadi ahli , _______ dia yang masih di bangku sekolah lagi .
A. sedangkan ....... inikan pula
B. sama ada ........ ataupun
C. walaupun .......... inikan pula
D. bukan sahaja ........ tetapi juga
11. Pakaian yang digayakan oleh peragawati terkenal itu kelihatan sungguh ________ dan berjaya menarik perhatian para penonton.
A. ayu B.canggih C.jelita D. anggun
12. ________ nya sudah tidak bermakna lagi dan terpaksalah dia menanggung risiko atas segala perbuatannya .
A. Penyesalan B. Disesali C. Kesesalan D. Menyesal
13. _________ dia tidak dapat melelapkan matanya kerana teringatkan perisitiwa-peristiwa yang ditempuhinya pada siang hari .
A. Bermalaman B. Semalaman C.Bermalam D. Semalam
14. Setelah selesai ________ dengan keluarga angkatnya , Fatin menggalas begnya untuk pulang ke pangkuan keluarganya di kampung .
A. bersalam B. bersalaman C. bersalam-salam D. bersalam-salaman
15. Salimah segera dibawa ke hospital kerana _______ serpihan tulang ayam yang terdapat di dalam rendang yang dimakannya .
A. tertelan B. menelankan C. menelan D. ditelan
16. Daud _________ semua sijil yang diperolehinya bersama-sama borang permohonannya .
A. menyertakan B. menyertai C. disertai D. disertakan
17. Dengan _______ yang tidak seberapa , amat sukar baginya untuk membiayai pengajian anak-anaknya .
A. Dapatan B. Kedapatan C. Pendapatan D. pendapat
18. Tingkah –lakunya yang buruk masih belum _________ walaupun kini usianya semakin meningkat .
A. pengubahan B. berubah C. terubah D. perubahan
19. ______ penting itu akan disampaikan oleh pengurusnya dalam mesyuarat yang bakal diadakan pada minggu hadapan .
A. Maklumat B. Makluman C. Isu D. Pengetahuan
20. Lengkapkan pepatah ini “ Sesal dahulu pendapatan __________________
A. sesal selalu amat berguna
B. sesal kemudian ada gunanya
C. sesal kemudian tidak berguna
D. sesal-menyesal ada kebaikannya
21. Lawan bagi perkataan pengunduran ialah _____
A. penghijrahan B. kemaraan C. pembangunan D. kemajuan
22. Pemandu teksi yang _____ itu telah mengembalikan dompet penumpangnya yang tercicir
A. ikhlas B. tegas C. pemurah D. amanah
23. Para pekerja ____ menyiapkan kerja pembinaan bangunan 19 tingkat itu mengikut jadual.
A. mati-matian B. Berhati-hati C. bertungkus-lumus D. Sungguh-sungguh
24. Penggubah lagu itu telah memilih penyanyi yang bersuara ________ untuk menyanyikan lagunya .
a. nyaring B. merdu C. garau D.serak
25. Pak Dollah menjunjung se ______ rotan sambil mengelek se ______ bakul berisi buah-buahan .
a. batang ..... biji
b. ikat .... buah
c. rumpun .... biji
d. berkas .... buah
26. Dalam pertempuran yang sengit itu se________ pengganas telah melarikan beberapa ______ senjata api .
a. kumpulan ... laras
b. gerombolan .... laras
c. pasukan ... batang
d. kumpulan .... batang
27. Muka Rosman kelihatan ________ ketika menghampiri garisan penamat.
A. kemerah-merahan B. kehitam-hitaman C. kebiru-biruan D. kepucat-pucatan
28. Tok Marzuki pulang dari kebun dengan _______ bakul yang sarat berisi buah cempedak di atas bahunya .
a. menjinjng B. menjunjung C. mendukung D. memikul
29. Walaupun Kumar amat sibuk dengan tugas sehariannya , namun dia amat __________ pendidikan anak-anaknya .
A. menjaga B. memerhatikan C. memberatkan D. Mendepankan
30. Penjenayah yang berjaya diberkas itu akan ______ di mahkamah
A. didakwa B. ditanya C. dituduh D. dihukum
31. Datuknya memiliki beberapa _______ tanah pertanian di ________ kampung Gelam
A. keping ------- tepi B. Bidang .....pinggir C. Ekar ... tengah D. Bidang ... sisi
32. Kak Ani sedang mengait se_____ baju panas dengan se_______ benang yang dibelinya .
A. helai ... buku B. Pasang .. ketul C. Helai .. utas D. Pasang .. untai
33. Ibu menyuapkan beberapa _________ nasi kepada nenek dan setelah meminum se_______ air , nenek begitu berselera lalu meminta lagi .
A. jemput ... cawan B. Sudu .. gelas C. Suap .. teguk D. Kepal .. gelas
34. Ibu memasukkan beberapa _____ lada hitam dan tiga _____ bunga cengkih ke dalam masakannya .
A. biji ... kuntum B. Biji .. keping C. Butir ... buah D. Biji .. butir
35. Mereka diberikan ________ sebulan untuk menyiapkan kertas kerja projek terbaru syarikat mereka .
A. tempuh B. Tempoh C. Kelonggaran D. Peluang
36. Kemelesetan ekonomi menyukarkan kehidupan rakyat , apatah lagi yang ________ sepenuhnya pada hasil pertanian sebagai sumber pendapatan
A. berharap B. Bergantung C.berkait D. Bertumpu
37. “ Moga-moga dengan kehadiran tuan-puan ke majlis ini akan ______ lagi majlis perkahwinan anak kami ,” kata tuan rumah itu .
A. menyerikan B. Memeriahkan C. Mencantikkan D. Menggamatkan
38. Penguatkuasa Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Hal Ehwal Pengguna selalu
membuat pemeriksaan _______ terhadap premis-premis perniagaan .
A. serentak B. Terkejut C. Mengejut D. Semasa
39. Semangat kejiranan mestilah _____ sejak di bangku sekolah lagi agar generasi akan datang dapat hidup dalam masyarakat yang aman damai .
A. dipelopor B. diajar C. dipupuk D. Dibenam
40. ______tetamu jemputan ke di majlis itu disambut dengan paluan kompang .
A. kedatangan B. Kepulangan C. Kemunculan D. Kehadiran
41. Gerai kopi di tepi jalan itu ________ apabila sebuah lori yang membawa kayu balak lalu di situ .
A. berbuai B. bergetar C. bergegar D. Bergoyang
42.Beberapa ekor anjing yang menyelongkar tong sampah itu ________ apabila dibaling dengan batu.
A. berhamburan B.bertempiaran C. berkeliaran D. bertaburan
43.Ibu _______ bahu adik yang mengigau semasa tidur.
A. memutarkan B. Menghayunkan C. menggoncangkan D. menggoyangkan
44.Dia tercengang-cengang _________ melihat kejadian yang tidak disangka-sangka itu.
A. kehairanan B.kebingungan C. ketakutan D. kekacauan
45.Harga barangan di pasaran yang sentiasa meningkat menyebabkan pengguna _________
A. resah B. Gelisah C. bersedih D. mengeluh
46. Aspek ________ akan menjadi topik perbincangan utama dalam persidangan itu.
A. kependudukan B. Menduduki C. penduduk D. kedudukan
47. Pada zaman dahulu , kerja-kerja emncari bijih timah dilakukan dengan cara ________
A. menampi B. Mencedok C. mendulang D. mengayak
48. Sudah dua minggu pemuda itu _________ di hospital kerana kemalangan jalan raya.
A. terbaring B. Terlantar C. terbujur D. terduduk
49. Pergolakan politik akibat percubaan rampasan kuasa itu semakin ________
A. menirus B. Merenggang C. meruncing D. menajam
50. Beberapa orang pegawai kesihatan yang _________ akan dihantar ke kawasan luar bandar untuk membasmi nyamuk aedes.
A. berkemampuan B. Berkelayakan C. bersungguh-sungguh D. bertepatan
51.Mereka terpaksa ________ sungai untuk sampai ke Kampung Tembeling.
A. mengikuti B. Merentasi C. menyusuri D. melintasi
52. Sebagai rakyat Malaysia , kita mestilah ________ budaya warisan kita .
A. memuliakan B. Meninggikan C. menghargai D. meningkatkan
53. Persatuan beliaa itu terpaksa __________ kerana menghadapi masalah kewangan .
A. dihentikan B. Dibubarkan C. ditamatkan D. dipisahkan
54. _________ gempa bumi yang berlaku di Pulau Jawa terasa hingga ke negara kita .
A. gegaran B. Goncangan C. gerakan D. goyangan
55. Kami tidak ______ bahawa pemain badminton itu tewas dengan mudah.
A. mengenal B. Mengira C. menyedari D. menyangka
56. Badannya berba u ________ kerana sudah beberapa hari dia tidak mandi.
A. tengik B. Hangit C. masam D. hapak
57. Wajah pengantin baru itu kelihatan ________.
A. berkilau-kilau B. Berkilat-kilat C. berkelip-kelip D. Berseri-seri
58. Ular sawa yang besar itu sedang _______ seekor tikus .
A. meneguk B. Melulur C. mengulum D. menelan
59. Saya _______ untuk menyiapkan tugas itu mengikut jadual.
A. berdikit-dikit B. Bergopoh-gapah C. berhati-hati D. Bertungkus-lumus
60. Kedua-dua pemuda itu menipu mereka dengan ________
A. sungguh-sungguh B. Terang-terang C. nyata-nyata D. Terus terang
1. Sabit digunakan oleh para pesawah untuk _________ padi
A. menuai B. memotong C. mengerat D. mengambil
2. Untuk memperoleh tubuh badan yang sihat serta otak yang cerdas , kita memerlukan makanan yang _______
A. berzat B. bermutu C. seimbang D. berkhasiat
3. Setelah sekian lama _____ suka duka dalam hidupnya , kini beliau hidup selesa di samping keluarganya .
A. menjalani B. merasai C. melalui D. mengharungi
4. “ Baginda ____ dan kini sedang dirawat oleh ahli nujum negara , ” kata datuk Bendahara
A. beradu B. gering C. santap D. bersiram
5. ______ nya akan singgah di rumah neneknya untuk bertanya khabar , tetapi pada pagi yang malang itu , dia terus ke pejabat .
A. Tentu B. Lazim C. Ketika D. Mesti
6. Penduduk di kawasan tersebut terpaksa _______ air hujan di dalam tong dan tempayan untuk kegunaan harian setelah sekian lama keputusan bekalan air .
A. menyimpan B. mengambil C. menadah D. menahan
7. ______ faham antara mereka berlarutan sehingga bertahun-tahun lamanya .
A. Perselisihan B.Pertelingkahan C. Pertentangan D.Perbalahan
8. Amat sukar baginya membuat pilihan ________ hendak menerima tawaran tersebut _______ meneruskan pelajarannya di sekolah yang sama .
A. entah......entah B. sama ada ...... ataupun
C. bukan sahaja ...... sedangkan D. sedangkan .... tetapi juga
9. Api yang ________ tinggi itu dapat dipadamkan dengan bantuan pihak bomba
A. menaik B. menjulang C. melambung C. menyala
10. _______ abangnya yang berpendidikan tinggi itu tidak diterima menjadi ahli , _______ dia yang masih di bangku sekolah lagi .
A. sedangkan ....... inikan pula
B. sama ada ........ ataupun
C. walaupun .......... inikan pula
D. bukan sahaja ........ tetapi juga
11. Pakaian yang digayakan oleh peragawati terkenal itu kelihatan sungguh ________ dan berjaya menarik perhatian para penonton.
A. ayu B.canggih C.jelita D. anggun
12. ________ nya sudah tidak bermakna lagi dan terpaksalah dia menanggung risiko atas segala perbuatannya .
A. Penyesalan B. Disesali C. Kesesalan D. Menyesal
13. _________ dia tidak dapat melelapkan matanya kerana teringatkan perisitiwa-peristiwa yang ditempuhinya pada siang hari .
A. Bermalaman B. Semalaman C.Bermalam D. Semalam
14. Setelah selesai ________ dengan keluarga angkatnya , Fatin menggalas begnya untuk pulang ke pangkuan keluarganya di kampung .
A. bersalam B. bersalaman C. bersalam-salam D. bersalam-salaman
15. Salimah segera dibawa ke hospital kerana _______ serpihan tulang ayam yang terdapat di dalam rendang yang dimakannya .
A. tertelan B. menelankan C. menelan D. ditelan
16. Daud _________ semua sijil yang diperolehinya bersama-sama borang permohonannya .
A. menyertakan B. menyertai C. disertai D. disertakan
17. Dengan _______ yang tidak seberapa , amat sukar baginya untuk membiayai pengajian anak-anaknya .
A. Dapatan B. Kedapatan C. Pendapatan D. pendapat
18. Tingkah –lakunya yang buruk masih belum _________ walaupun kini usianya semakin meningkat .
A. pengubahan B. berubah C. terubah D. perubahan
19. ______ penting itu akan disampaikan oleh pengurusnya dalam mesyuarat yang bakal diadakan pada minggu hadapan .
A. Maklumat B. Makluman C. Isu D. Pengetahuan
20. Lengkapkan pepatah ini “ Sesal dahulu pendapatan __________________
A. sesal selalu amat berguna
B. sesal kemudian ada gunanya
C. sesal kemudian tidak berguna
D. sesal-menyesal ada kebaikannya
21. Lawan bagi perkataan pengunduran ialah _____
A. penghijrahan B. kemaraan C. pembangunan D. kemajuan
22. Pemandu teksi yang _____ itu telah mengembalikan dompet penumpangnya yang tercicir
A. ikhlas B. tegas C. pemurah D. amanah
23. Para pekerja ____ menyiapkan kerja pembinaan bangunan 19 tingkat itu mengikut jadual.
A. mati-matian B. Berhati-hati C. bertungkus-lumus D. Sungguh-sungguh
24. Penggubah lagu itu telah memilih penyanyi yang bersuara ________ untuk menyanyikan lagunya .
a. nyaring B. merdu C. garau D.serak
25. Pak Dollah menjunjung se ______ rotan sambil mengelek se ______ bakul berisi buah-buahan .
a. batang ..... biji
b. ikat .... buah
c. rumpun .... biji
d. berkas .... buah
26. Dalam pertempuran yang sengit itu se________ pengganas telah melarikan beberapa ______ senjata api .
a. kumpulan ... laras
b. gerombolan .... laras
c. pasukan ... batang
d. kumpulan .... batang
27. Muka Rosman kelihatan ________ ketika menghampiri garisan penamat.
A. kemerah-merahan B. kehitam-hitaman C. kebiru-biruan D. kepucat-pucatan
28. Tok Marzuki pulang dari kebun dengan _______ bakul yang sarat berisi buah cempedak di atas bahunya .
a. menjinjng B. menjunjung C. mendukung D. memikul
29. Walaupun Kumar amat sibuk dengan tugas sehariannya , namun dia amat __________ pendidikan anak-anaknya .
A. menjaga B. memerhatikan C. memberatkan D. Mendepankan
30. Penjenayah yang berjaya diberkas itu akan ______ di mahkamah
A. didakwa B. ditanya C. dituduh D. dihukum
31. Datuknya memiliki beberapa _______ tanah pertanian di ________ kampung Gelam
A. keping ------- tepi B. Bidang .....pinggir C. Ekar ... tengah D. Bidang ... sisi
32. Kak Ani sedang mengait se_____ baju panas dengan se_______ benang yang dibelinya .
A. helai ... buku B. Pasang .. ketul C. Helai .. utas D. Pasang .. untai
33. Ibu menyuapkan beberapa _________ nasi kepada nenek dan setelah meminum se_______ air , nenek begitu berselera lalu meminta lagi .
A. jemput ... cawan B. Sudu .. gelas C. Suap .. teguk D. Kepal .. gelas
34. Ibu memasukkan beberapa _____ lada hitam dan tiga _____ bunga cengkih ke dalam masakannya .
A. biji ... kuntum B. Biji .. keping C. Butir ... buah D. Biji .. butir
35. Mereka diberikan ________ sebulan untuk menyiapkan kertas kerja projek terbaru syarikat mereka .
A. tempuh B. Tempoh C. Kelonggaran D. Peluang
36. Kemelesetan ekonomi menyukarkan kehidupan rakyat , apatah lagi yang ________ sepenuhnya pada hasil pertanian sebagai sumber pendapatan
A. berharap B. Bergantung C.berkait D. Bertumpu
37. “ Moga-moga dengan kehadiran tuan-puan ke majlis ini akan ______ lagi majlis perkahwinan anak kami ,” kata tuan rumah itu .
A. menyerikan B. Memeriahkan C. Mencantikkan D. Menggamatkan
38. Penguatkuasa Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Hal Ehwal Pengguna selalu
membuat pemeriksaan _______ terhadap premis-premis perniagaan .
A. serentak B. Terkejut C. Mengejut D. Semasa
39. Semangat kejiranan mestilah _____ sejak di bangku sekolah lagi agar generasi akan datang dapat hidup dalam masyarakat yang aman damai .
A. dipelopor B. diajar C. dipupuk D. Dibenam
40. ______tetamu jemputan ke di majlis itu disambut dengan paluan kompang .
A. kedatangan B. Kepulangan C. Kemunculan D. Kehadiran
41. Gerai kopi di tepi jalan itu ________ apabila sebuah lori yang membawa kayu balak lalu di situ .
A. berbuai B. bergetar C. bergegar D. Bergoyang
42.Beberapa ekor anjing yang menyelongkar tong sampah itu ________ apabila dibaling dengan batu.
A. berhamburan B.bertempiaran C. berkeliaran D. bertaburan
43.Ibu _______ bahu adik yang mengigau semasa tidur.
A. memutarkan B. Menghayunkan C. menggoncangkan D. menggoyangkan
44.Dia tercengang-cengang _________ melihat kejadian yang tidak disangka-sangka itu.
A. kehairanan B.kebingungan C. ketakutan D. kekacauan
45.Harga barangan di pasaran yang sentiasa meningkat menyebabkan pengguna _________
A. resah B. Gelisah C. bersedih D. mengeluh
46. Aspek ________ akan menjadi topik perbincangan utama dalam persidangan itu.
A. kependudukan B. Menduduki C. penduduk D. kedudukan
47. Pada zaman dahulu , kerja-kerja emncari bijih timah dilakukan dengan cara ________
A. menampi B. Mencedok C. mendulang D. mengayak
48. Sudah dua minggu pemuda itu _________ di hospital kerana kemalangan jalan raya.
A. terbaring B. Terlantar C. terbujur D. terduduk
49. Pergolakan politik akibat percubaan rampasan kuasa itu semakin ________
A. menirus B. Merenggang C. meruncing D. menajam
50. Beberapa orang pegawai kesihatan yang _________ akan dihantar ke kawasan luar bandar untuk membasmi nyamuk aedes.
A. berkemampuan B. Berkelayakan C. bersungguh-sungguh D. bertepatan
51.Mereka terpaksa ________ sungai untuk sampai ke Kampung Tembeling.
A. mengikuti B. Merentasi C. menyusuri D. melintasi
52. Sebagai rakyat Malaysia , kita mestilah ________ budaya warisan kita .
A. memuliakan B. Meninggikan C. menghargai D. meningkatkan
53. Persatuan beliaa itu terpaksa __________ kerana menghadapi masalah kewangan .
A. dihentikan B. Dibubarkan C. ditamatkan D. dipisahkan
54. _________ gempa bumi yang berlaku di Pulau Jawa terasa hingga ke negara kita .
A. gegaran B. Goncangan C. gerakan D. goyangan
55. Kami tidak ______ bahawa pemain badminton itu tewas dengan mudah.
A. mengenal B. Mengira C. menyedari D. menyangka
56. Badannya berba u ________ kerana sudah beberapa hari dia tidak mandi.
A. tengik B. Hangit C. masam D. hapak
57. Wajah pengantin baru itu kelihatan ________.
A. berkilau-kilau B. Berkilat-kilat C. berkelip-kelip D. Berseri-seri
58. Ular sawa yang besar itu sedang _______ seekor tikus .
A. meneguk B. Melulur C. mengulum D. menelan
59. Saya _______ untuk menyiapkan tugas itu mengikut jadual.
A. berdikit-dikit B. Bergopoh-gapah C. berhati-hati D. Bertungkus-lumus
60. Kedua-dua pemuda itu menipu mereka dengan ________
A. sungguh-sungguh B. Terang-terang C. nyata-nyata D. Terus terang
Subscribe to:
Comments (Atom)





